Derita Pengusaha saat Pandemi, Obral Ribuan Kos-kosan di Lapak Online

MNC Portal, · Rabu 10 Februari 2021 12:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 10 510 2359716 derita-pengusaha-saat-pandemi-obral-ribuan-kos-kosan-di-lapak-online-LfY5JOiFTR.jpg Ilustrasi Shutterstock

YOGYAKARTA –Pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir setahun ini memukul perekonomian di Tanah Air. Sektor yang dirasakan paling kuat adalah usaha miikro, kecil dan menengah (UMKM). Akibatnya, banyak usaha yang terancam gulung tikar.

(Baca juga: Heboh! Wedding Organizer Ini Promosikan Kawin Siri dan Poligami)

Salah satunya adalah banyaknya kos-kosan di Yogyakarta yang bangkrut dan dijual secara online. Berdasarkan penelusuran, ribuan kos-kosan itu ditawarkan dari Rp1 miliar hingga Rp12 miliar.

Adapun rata-rata harga tertinggi banyak dijual kos eksekutif walaupun banyak juga yang diobral murah. Tingginya penjualan kos-kosan di Yogyakarta tak dipungkiri akibat terdampak corona.

Pengusaha kos-kosan di daerah Condong Catur, Hanggoro Suwignyo mengatakan, penjualan kos-kosan lewat lapak online terus meningkat karena bangkrut hingga menyambung hidup.

(Baca juga: Viral! Pria di Jambi Ini Nekat ke Turki Melamar Gadis Pujaan Hatinya)

"Itu pilihan terakhir, pertama menanggung rugi dan kedua buat menyambung hidup. Lha mau gimana lagi soalnya kondisinya memang berat," ungkapnya saat berbincang dengan MNC Media, beberapa waktu lalu.

Penderitaan pengusaha kos di Jogja mulai terasa sejak pertengahan tahun lalu ketika pemerintah menetapkan kondisi darurat corona. Akibatnya banyak mahasiswa yang akhirnya meninggalkan kota pelajar.

"Nggih seperti ini keadaan sekarang, penghuni kos jadi sepi karena banyak yang memilih pulang ke rumah karena kampus kebanyakan kuliah lewat internet," sebutnya.

Menurutnya, banyak penghuni yang memilih pulang seperti mahasiswa atau mahasiswi yang daerahnya masih relatif bisa di jangkau seperti Klaten, Solo, Magelang, Purworejo, Semarang dan daerah lainnya.

Namun karena pandemi tak kunjung usai malah angka kasus positifnya semakin tinggi akhirnya banyak juga dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali dan luar Jawa memilih sementara pulang ke daerah masing-masing.

"Ya, akhirnya sepi tinggal beberapa itu kebanyakan yang memang sudah bekerja disini atau mahasiswa yang sebentar lagi wisuda. Tapi kalau kebanyakan memilih pulang kerumah masing-masing," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini