Share

Menkes Brazil Sebut Virus Corona Varian Amazon 3 Kali Lebih Menular

Antara, · Jum'at 12 Februari 2021 11:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 12 18 2360937 menkes-brazil-sebut-virus-corona-varian-amazon-3-kali-lebih-menular-rIfrtPXYfD.jpg Foto: Reuters.

BRASILIA - Varian virus corona yang teridentifikasi di wilayah Amazon Brasil kemungkinan tiga kali lipat lebih menular namun analisis awal menunjukkan bahwa vaksin yang ada saat ini masih efektif melawannya, kata Menteri Kesehatan Eduardo Pazuello, Kamis (11/2/2021), tanpa menyertakan bukti.

Di bawah tekanan ketika varian baru itu menyerang Kota Manaus pada gelombang kedua infeksi, Pazuello berupaya meyakinkan legislator bahwa lonjakan kasus dalam beberapa bulan belakangan memang tidak terduga namun masih di dalam kendali.

BACA JUGA: Vaksin Covid-19 Tak Cukup, Biden Salahkan Trump

Dalam rapat Senat, Pazuello juga menyampaikan bahwa Brazil akan memvaksin setengah dari populasi yang memenuhi syarat per Juni tahun ini dan sisanya per akhir tahun.

Brasil memulai vaksinasi dengan vaksin COVID-19 Sinovac asal China dan AstraZeneca asal Inggris sejak tiga pekan lalu. Pazuello tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai bagaimana efektivitas keduanya melawan varian Amazon dianalisis.

"Puji Tuhan, kami menerima berita dari analisis bahwa vaksin-vaksin tersebut masih mempunyai efek terhadap varian ini. Namun (varian) ini lebih menular. Menurut analisis kami, tiga kali lebih menular," kata Pazuello sebagaimana dilansir Reuters.

Kementerian Kesehatan, yang belum merilis informasi mengenai hasil analisis, belum memberikan komentarnya hingga berita ini diturunkan.

BACA JUGA: Hampir 20.000 Pekerja Amazon Positif Covid-19

Institut Butantan di Sai Paulo, yang bermitra dengan Sinovac untuk pengujian dan produksi vaksin, menyebut dalam penyataan bahwa pihaknya telah memulai kajian tentang varian Manaus Amazon, namun belum dapat mempunyai kesimpulan hingga dua pekan mendatang.

Sementara pusat biomedis Fiocruz di Rio de Janeiro, yang bermitra dengan AstraZeneca, menyatakan bahwa pihaknya tengah mempelajari efikasi vaksin yang dikembangkan Universitas Oxford itu terhadap varian Amazon, dengan telah mengirimkan sampel ke Oxford dan kini menunggu hasilnya.

(dka)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini