Arab Saudi Perpanjang Pembatasan Pandemi Covid-19 Hingga 20 Hari ke Depan

Agregasi VOA, · Senin 15 Februari 2021 08:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 15 18 2362056 arab-saudi-perpanjang-pembatasan-pandemi-covid-19-hingga-20-hari-ke-depan-sEXnua6ztf.jpg Arab Saudi perpanjang pembatasan hingga 20 hari ke depan (Foto: Reuters)

ARAB SAUDI – Pemerintah Arab Saudi akan memperpanjang pembatasan Covid-19 selama 20 hari ke depan guna meredam penyebaran virus corona di negara kerajaan.

Pada Minggu (14/2), Kantor berita Arab Saudi (SPA) mengutip sumber-sumber resmi yang mengatakan kebijakan baru ini diambil karena beberapa pekan terakhir ini, Arab Saudi mengalami lonjakan kasus baru.

Kementerian Dalam Negeri memutuskan untuk memperpanjang sebagian tindakan pencegahan dan pengendalian epidemi, yang dimulai 5 Februari lalu, hingga 20 hari ke depan.

(Baca juga: Di Negara Ini Ditemukan Pabrik Bir Kuno Berusia 5.000 Tahun)

Pembatasan itu mencakup aturan pertemuan sosial tidak boleh melebihi 20 orang, menangguhkan atau menutup semua kegiatan rekreasi dan pusat olahraga umum seperti bioskop, pusat permainan dan hiburan di dalam ruangan, serta pusat kebugaran. Restoran dan cafe juga harus menangguhkan layanan dalam ruangan dan hanya diizinkan melayani pemesanan yang dibawa pulang.

Para pejabat menekankan penerapan langkah-langkah untuk menjaga kesehatan masyarakat dan mencegah perebakan virus corona itu penting mengingat situasi epidemi terbaru di wilayah itu. Pihak-pihak terkait akan terus mengevaluasi kondisi epidemi dengan pejabat urusan kesehatan dan memutuskan apakah perlu memperpanjang kembali waktu pelaksanaan pencegahan dan pengendalian terkait.

(Baca juga: Alat Musik Tiup Tertua di Dunia, Cangkang Keong Berusia 17.000 Tahun)

Setelah mencapai puncak perebakan pandemi dengan hampir 5.000 kasus baru per hari pada musim panas 2020 lalu, virus corona di Arab Saudi perlahan-lahan dapat dikendalikan. Kini kasus baru per hari stabil di kisaran 100 kasus pada akhir tahun lalu. Namun demikian virus mematikan itu kembali merebak pada awal 2021. Sedikitnya 300 kasus baru dilaporkan terjadi setiap hari di negara kerajaan itu sejak 2 Februari lalu.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini