JAKARTA - Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman menilai, target Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo yakni Indonesia bebas pandemi virus corona (Covid-19) pada 17 Agustus 2021 tidak realistis.
Dia menyebut, target tersebut terlalu optimis di tengah intervensi penanggulangan pandemi Covid-19 yang masih longgar.
"Ya untuk Indonesia terlalu optimis dengan intervensi seperti saat ini ya tidak realistis ya, karena kondisi seperti ini. Optimis iya, tapi harus realistis," kata Dicky saat dihubungi Okezone, Senin (15/2/2021).
Menurut Dicky, performa dalam menerapkan testing, tracing, dan treatment (3T) serta protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menjauhi kerumunan (5M) juga masih belum maksimal.
Dia menambahkan, kebijakan vaksinasi Covid-19 nasional juga membutuhkan waktu yang cukup lama bila program tersebut dilakukan saat kasus penularan Covid-19 masih tinggi.