Dipecat dari Guru Honorer, Hervina Mengadu ke DPRD Bone

Herman Amiruddin, Okezone · Selasa 16 Februari 2021 23:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 16 609 2363285 dipecat-dari-guru-honorer-hervina-mengadu-ke-dprd-bone-3oPwQBeOFX.jpg Hervina, guru honorer yang dipecat mengadu ke DPRD Bone (Foto : Okezone.com)

MAKASSAR - Guru honorer yang diberhentikan, Hervina mengadu ke anggota DPRD Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Guru honorer di SDN 169 Sadar, Desa Sadar, Kecamatan Tellu Limpoe ini datang langsung ke DPRD Bone menyanpaikan duduk persoalan kasusnya.

Kehadirannya diterima Ketua DPRD Bone Irwandi Burhan, Wakil Ketua DPRD Bone Andi Wahyudi Taqwa, Wakil Ketua Komisi IV Andi Muh Salam dan anggota DPRD Bone, Arifuddin.

Di hadapan anggota DPRD Bone, Hervina menyampaikan pemerintah harus lebih memperhatikan guru-guru honorer. Kalau perlu diangkat jadi pegawai negeri sipil (PNS).

"Tolong guru honorer lebih diperhatikan ke depannya. Jika perlu diangkat jadi PNS. Cukup saya saja yang mengalami nasib seperti ini," kata Hervina.

Meski begitu, Vina sapaan karibnya berharap masih diberi kesempatan untuk mengajar di SDN 169 Sadar.

Jika tidak bisa, ia pun sudah pasrah. Jika pun opsi sekolah lain diberikan mengajar, Hervina akui sudah tidak bisa. Sebab sekolah lain jaraknya jauh. "Selain SDN 169 Sadar, saya sudah tidak bisa. Jaraknya dari rumah 6 kilometer," bebernya.

Ketua DPRD Bone, Irwandi Burhan akan menindaklanjuti penyampaian dari Hervina dengan melakukan rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan beberapa komisi dan OPD terkait.

Baca Juga : DPR Desak Pemecatan Guru Honorer yang Unggah Gaji Rp700 Ribu di Medsos Dibatalkan

Meski begitu, Irwandi mengungkapkan, guru bakti atau sukarela di daerah terpencil itu harus diprioritaskan jadi ASN atau minimal Pegawai Pemerintah Perjanjian Kontrak (P3K).

"Sudah honor bertahun-tahun tiba-tiba ada ASN diangkat, langsung hilang. Mereka yang mengabdi ditempat itu diprioritaskanlah. Minimal P3K," jelasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini