Ia pun meminta harus ada keseriusan dalam pengolahan limbah medis, dan memberikan kemudahan pendirian pabrik pengelohan limbah medis.
"Kalau pengolahan limbah ini tidak banyak dan pendiriannya tidak dipermudah, kita khawatir nanti limbah-limbah medis yang dibuang begitu saja tanpa ada tanggung jawab," terangnya.
Baca Juga : Keterisian Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Jakarta Capai 70%
Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini juga meminta daerah - daerah terpencil harus memiliki mesin pengolahan limbah medis sendiri. Supaya proses pengolahannya tak perlu memakan jarak yang jauh, dengan waktu tempuh yang cukup lama.
"Kalau jauh cukup beresiko, kalau terlalu jauh apalagi ada ketentuan bahwa 24 jam pabrik ini harus sudah mengolah limbah yang datang. Kalau nanti sampai melebihi kapasitas kita khawatirkan tidak optimal penanganannya. Ini adalah perusahaan pengolahan yang representatif menurut saya, kapasitas besar, pengelolanya sangat profesional dan tingkat keamanan sangat diperhatikan," pungkasnya.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.