Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Satgas Ungkap 3 Daerah yang Dapat Jadi Rujukan Penerapan PPKM Mikro

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Rabu, 17 Februari 2021 |07:02 WIB
Satgas Ungkap 3 Daerah yang Dapat Jadi Rujukan Penerapan PPKM Mikro
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. (Satgas Penanganan Covid-19))
A
A
A

JAKARTA - Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat tingkat desa dan kelurahan (PPKM Mikro) di sejumlah wilayah Pulau Jawa-Bali dapat menerapkan pendekatan penanganan yang unik berbasis kebudayaan dan kearifan lokal. Itu bertujuan agar masyarakat lebih mudah memahami esensi penanganan pandemi Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyebut, ada 3 daerah yang dapat menjadi contoh dalam penerapan PPKM Mikro agar lebih mudah dan efektif.

"Wilayah diberikan kewenangan dapat melakukan inovasi yang disesuaikan dengan kultur masyarakat dan kondisi masyarakat di wilayahnya dengan tetap berpedoman dengan dasar hukum yang ditetapkan," katanya dalam keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Selasa (16/2/2021).

Ada 3 daerah yang dapat menjadi rujukan sebagai contoh penerapan PPKM Mikro. Diantaranya Kabupaten Trenggalek di Jawa Timur, Desa Kalibening, Kecamatan Dukuh, Kabupaten Magelang di Jawa Tengah, dan Kelurahan Trirenggo Pedukuhan Bogoran, Kecamatan Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul di DI Yogyakarta.

Pertama, di Kabupaten Trenggalek di Jawa Timur. Kabupaten ini melakukan penanganan secara terstruktur dengan mengidentifikasi faktor sukses, risiko penyebaran penyakit, dan risiko dampak. Pemkab setempat menyediakan dashboard informasi tentang upaya promotif - preventif, kuratif, serta tracing.

"Pemkab juga menjunjung tinggi transparansi pemakaian anggaran kegiatan Covid-19, serta pelaksanaan pengamanan dan penegakan hukum secara disiplin terhadap mereka yang masih tidak patuh protokol kesehatan," kata Wiku.

Kedua, Desa Kalibening, di Kabupaten Magelang. Melakukan organisasi dalam rangka pengurangan risiko bencana, menyediakan rumah singgah tempat isolasi pemudik yang terkena Covid-19. Menerapkan pendekatan berbasis kebudayaan yang dikenal "Jogi Tonggo". Pendekatan ini mengedepankan partisipatif warga yang saling menjaga dari penularan Covid-19.

Baca Juga : Kasus Covid-19 Turun, DPR: PPKM Mikro Tingkatkan Kesadaran Masyarakat

"Jika ada yang terinfeksi Covid-19, warga dapat saling menjaga dengan memberikan perhatian dan tidak memberikan stigma negatif pada mereka yang tertular," katanya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement