Tak Punya Uang untuk Bayar Denda, Pelanggar Prokes Nekat Tabrak Petugas

Solichan Arif, Koran SI · Kamis 18 Februari 2021 19:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 18 519 2364482 tak-punya-uang-untuk-bayar-denda-pelanggar-prokes-nekat-tabrak-petugas-NexWUxCQ2E.jpg Pelanggar prokes menabrak petugas setelah berusaha kabur dari operasi yustisi di Blitas (Foto: Sindonews/Solichan)

BLITAR - Warga Desa Jimbe, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, bernama Kholil (39), menyesal setelah gagal kabur dari operasi yustisi penerapan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran Covid-19. Aksinya itu malah mengakibatkan satu orang petugas dinas perhubungan tertabrak sepeda motornya.

Kholil berdalih panik karena tidak memakai masker. Laki laki yang mengaku sehari hari bekerja sebagai tukang cukur itu takut lantaran tidak memiliki uang untuk membayar denda.

"Saya takut karena tidak pakai masker dan tidak punya uang kalau kena denda," tutur Kholil kepada petugas Kamis (18/2/2021).

Operasi yustisi terkait penegakan protokol kesehatan berlangsung di jalan Trisula Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Operasi gabungan tersebut melibatkan aparat kepolisian, TNI, Satpol PP Provinsi Jatim, Satpol PP Kabupaten, dan Dinas Perhubungan. Saat melihat banyak petugas di jalan raya, Kholil yang mengendarai sepeda motor Honda Supra Nopol AG 4218 MV, sontak panik.

Kholik melaju dari arah selatan. Melihat banyak kendaraan dihentikan, ia semakin panik. Aba aba petugas yang memintanya berhenti, tidak digubris. Kholil tetap menancap gas, berusaha menerobos petugas yang tengah melakukan pencegatan.

Sial, motornya justru menabrak Fajar, salah seorang staf dinas perhubungan Kabupaten Blitar. Memang tidak sampai membuat luka parah. Namun aksi Kholil yang nekat kabur sempat membuat heboh di lokasi kejadian. Oleh petugas, Kholil yang gagal kabur, langsung diamankan.

"Saya minta maaf. Karena takut dan panik sampai menabrak petugas," tutur Kholil memohon dimaafkan.

Baca Juga : Kabar Baik, Sudah Tidak Ada Zona Merah Covid-19 di Jakarta Pusat

Baca Juga : Satgas Covid-19: Libur Lebaran Akan Tetap Ada Pembatasan Mobilitas

Dalam pemeriksaan, Kholil diketahui tidak membawa SIM maupun KTP. Petugas juga mengecek bungkusan di dalam tas yang dicangklong Kholil. Isinya tumpukan plastik klip dan beberapa obat CTM.

Kholil mengatakan, plastik klip untuk menyimpan silet cukur agar tidak mudah berkarat. Sedangkan obat CTM baru saja ia beli untuk istrinya yang mengalami alergi. "Obat untuk istri saya yang alergi," tambah Kholil kepada petugas.

Dalam insiden ini petugas tetap menjatuhkan sanksi kepada Kholil. Yang bersangkutan dianggap telah melakukan pelanggaran tindak pidana ringan (tipiring). Kabid Penegakkan Perda Satpol PP Provinsi Jawa Timur Hanis mengatakan, operasi yustisi yang digelar terkait dengan pengawasan protokol kesehatan di masyarakat.

Hal itu untuk mencegah penyebaran Covid-19. "Dan kami berkeliling ke daerah di Jawa Timur," kata Hanis.

Dari hasil evaluasi petugas, kedisiplinan masyarakat terhadap prokes diakui telah meningkat. Kendati demikian masih banyak juga warga yang tidak mengenakan masker dengan benar.

Sementara dalam operasi yustisi yang digelar hari ini, petugas menjaring sebanyak 32 orang pelanggar. Dari jumlah tersebut, 17 pelanggar diantaranya, yakni termasuk Kholil, diganjar sanksi tipiring. Sedangkan 15 orang selebihnya mendapat sanksi sosial mengucapkan Pancasila dan push up.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini