Pemkot Mojokerto Siap Memulai Sekolah Tatap Muka

Agustina Wulandari , Okezone · Selasa 23 Februari 2021 15:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 1 2366923 pemkot-mojokerto-siap-memulai-sekolah-tatap-muka-Tj6GlOJHGd.jpg Foto : Dok.Pemkot Mojokerto

MOJOKERTO - Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka tingkat SD dan SMP di Kota Mojokerto akan dimulai kembali pada 1 Maret 2021 mendatang. Hal ini, disampaikan oleh Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari yang juga selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto pada Senin (22/2) di Pendopo Rumah Rakyat.

Menurut Ning Ita, sapaan akrab wali kota, keputusan ini diambil karena angka penularan Covid-19 di Kota Mojokerto menunjukkan penurunan. Hal ini bisa dilihat pada peta epidemiologi pada website covid19.mojokertokota.go.id. Di mana, Kota Mojokerto telah berada di zona kuning dan sebagian di zona hijau.

Ning Ita juga menyampaikan, pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan dangan beberapa ketentuan. Yakni, diterapkan secara terbatas dan dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan secara ketat.

"Kapasitas peserta didik maksimal 50%, penggunaan masker tiga lapis selama proses KBM berlangsung, cuci tangan dengan sabun dan air sebelum memasuki dan setelah keluar kelas, menerapkan aktifitas dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter, serta menerapkan etika batuk dan bersin," ujarnya.

Wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini juga menambahkan, untuk siswa dengan kondisi yang kurang sehat, serta mengalami gejala batuk atau pilek, disarankan untuk sementara tidak mengikuti KBM tatap muka sampai kondisinya sehat kembali.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto akan memastikan sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan di satuan pendidikan sesuai dengan standar.

"Memastikan ketersediaan tempat cuci tangan yang memadai, memastikan jumlah ketersediaan masker tiga lapis untuk siswa SD dan tenaga pendidik, memastikan tersedianya thermo gun, serta memastikan ketersediaan sekat di masing-masing bangku yang akan digunakan oleh siswa," katanya.

Lebih lanjut Ning Ita menyampaikan, seluruh siswa yang akan mengikuti pembelajaran tatap muka, harus mendapatkan persetujuan dari orang tua atau wali terlebih dahulu.

"Hal ini demi kepentingan psikologis dan kesiapan bersama," katanya. Selain itu, para tenaga pendidik juga sudah diusulkan untuk mendapatkan prioritas vaksin, agar dapat melaksanakan pembelajaran dengan aman dan nyaman.

Mengakhiri konferensi pers, Ning Ita menyampaikan harapannya terkait pelaksanaan KBM tatap muka.

"Semoga penerapan KBM tatap muka dengan protokol kesehatan ini, dapat mendukung kegiatan pembelajaran dan meningkatkan semangat belajar siswa SD-SMP di Kota Mojokerto," ujarnya.

Pembelajaran tatap muka di Kota Mojokerto dilaksanakan sebagaimana SKB 4 Menteri Nomor 04/KB/2020, Nomor 737 tahun 2020 Nomor k.01.08/Menkes/7093/2020, Nomor 420-3987 tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran 2020-2021 di Masa Pandemi Covid-19. Di mana, SKB ini menyebutkan agar dinas pendidikan provinsi, kabupaten, maupun kota untuk menyiapkan rencana pembelajaran tatap muka atau kelas klasikal secara terbatas sesuai dengan protokol kesehatan. Di Kota Mojokerto, pembelajaran tatap muka akan diikuti oleh 12.314 siswa Siswa SD dan 8.362 siswa SMP negeri dan swasta.

Turut mendampingi Ning Ita pada konferensi pers ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Amin Wachid, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Hatta Amrulloh, Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Febri Emayanti, dan Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Lucky Hariyanti Budiono.

CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini