Machhapuchhare, Puncak Perawan nan 'Sakral' di Pegunungan Himalaya

Agregasi BBC Indonesia, · Selasa 23 Februari 2021 06:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 18 2366597 machhapuchhare-puncak-perawan-nan-sakral-di-pegunungan-himalaya-ag9uBQhpIC.jpg Machhapuchhare adalah puncak gunung terindah (Foto: Neelima Vallangi)

Roberts ditunjuk sebagai atase militer pertama di Nepal pada tahun 1958. Ia menggunakan posisinya, semangat dan pengetahuannya tentang Himalaya untuk membuka pegunungan terpencil di negara itu dalam pendakian gunung dan trekking komersial, sebuah industri yang telah memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian Nepal dan mata pencaharian warga lokal.

Ia tidak hanya memelopori zaman keemasan penjelajahan Himalaya, tetapi juga membuat keindahannya dapat diakses oleh seluruh dunia ketika ia mendirikan agen trekking pertama di negara itu, bernama Mountain Travel pada tahun 1964.

Ia bahkan mengooptasi dan mempopulerkan istilah "trek", yang menjadi identik dengan pendakian di Himalaya saat ini. Oleh karenanya, ia dikenang sebagai "bapak trekking" di Nepal.

Ketertarikan Roberts pada Pokhara dan Machhapuchhare dimulai setelah membaca kiriman dari Nepal yang ditulis pada tahun 1936 oleh seorang perwira militer, yang menulis tentang gunung dan kota yang aneh di tepi danau.

"Melihat Pokhara dan Machapuchare dan desa-desa tempat orang-orang saya tinggal, dan terutama Gurung [salah satu suku utama Gurkha di Himalaya] segera menjadi obsesi saya," tulis Roberts dalam kata pengantar buku "Climbing the Fish's Tail" karya Wilfrid Noyce.

Tapi pada masa itu, pedalaman Nepal adalah tanah terlarang, lebih tertutup ketimbang Mekah atau Lhasa di masa kejayaan mereka.

Pada tahun 1950, ia akhirnya melihat gunung kesayangannya dari jarak dekat.

"Saya adalah orang Inggris pertama yang memasuki Mekkah [Pokhara] pribadi saya. Ada Machhapuchhare yang bersinar di bawah sinar bulan, sebuah piramida putih besar yang sangat menyendiri," tulisnya tentang pertemuan pentingnya dengan sang gunung.

"Jadi Machhapuchhare bagi saya adalah sebuah gunung yang ideal, milik pribadi namun keluar dari dunia ini, tidak dapat dicapai tetapi milik saya dengan hak yang tidak logis, mengerami sebuah negara dan orang-orang yang akan membentuk sisa hidup saya,” ungkapnya.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini