PM Inggris Optimis Pembatasan Covid-19 Segera Berakhir pada 21 Juni

Agregasi VOA, · Rabu 24 Februari 2021 06:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 18 2367243 pm-inggris-optimis-pembatasan-covid-19-segera-berakhir-pada-21-juni-qd5FBMavX9.jpg Perdana Menteri Inggris Boris Johnson (Foto: Reuters)

INGGRIS - Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson sangat optimis pembatasan Covid-19 di Inggris dapat berakhir pada 21 Juni mendatang.

Hal ini diungkapkan Johnson saat mengunjungi sebuah sekolah di London selatan dan menyampaikan harapannya semua sekolah sudah dibuka paling lambat 8 Maret 2021. Ini menjadi bagian dari "peta jalan" untuk mencabut pembatasan dan mengakhiri lockdown yang diuraikannya pada Senin (22/2) lalu.

Namun, saat berbicara kepada wartawan, Johnson mengatakan hal itu belum terjamin secara pasti, dan pemerintah Inggris akan terus mengikuti panduan di setiap tahapan.

“Karena sains telah memberikan cara untuk memberikan perlindungan sepenuhnya bagi seluruh masyarakat, kita benar-benar merencanakan tanggal 21 Juni itu dengan optimis,” terangnya.

Berdasarkan rencana yang diumumkan Johnson hari Senin lalu, beberapa bisnis tetap tutup hingga musim panas mendatang. Johnson menyatakan perlu berhati-hati untuk memastikan tidak ada pembalikan yang terjadi pada "jalan menuju kebebasan itu."

(Baca juga: Tiga Penjara Rusuh, 50 Tahanan Tewas, Beberapa Napi Terluka)

Johnson mengemukakan pihaknya juga meninjau dengan cermat ide "sertifikat" vaksin, bagi mereka yang telah divaksinasi penuh. Mengupayakan untuk mereka dokumentasi yang memungkinkan warga yang sudah divaksinasi dapat memasuki tempat-tempat hiburan, beberapa klub malam atau sejumlah acara pertunjukan.

Dia mengatakan Menteri Senior Michael Gove akan memimpin sebuah kajian atas pertanyaan "ilmiah, moral, filosofis, etis" mengenai sertifikat vaksin tersebut. Ia menambahkan adanya "masalah etika yang kompleks terkait peran pemerintah dalam mengamanatkan warga untuk dilengkapi dengan sertifikat seperti itu." Hal tersebut dinilai dapat mendiskriminasi mereka yang, karena alasan apapun, tidak dapat divaksinasi.

(Baca juga: Dicurigai Sebagai Calon Pelaku Bom Bunuh Diri, Filipina Tangkap 9 Perempuan Terkait Kelompok Militan Abu Sayyaf)

Diketahui, Inggris, dalam dua bulan telah berhasil memberikan dosis pertama vaksin kepada lebih dari seperempat penduduk, peluncuran tercepat dari negara besar mana pun. Itu menjadikan Inggris sebagai kasus uji coba di seluruh dunia bagi pemerintah yang berharap untuk dapat kembali normal.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini