Doa Nenek Sariyo Korban Prank Koran Bekas: Semoga Allah Beri Hidayah

Bramantyo, Okezone · Rabu 24 Februari 2021 23:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 512 2367840 doa-nenek-sariyo-korban-prank-koran-bekas-semoga-allah-beri-hidayah-LPbHEa07Rh.jpg Nenek Sariyo Korban Prank Koran Bekas (Foto: Okezone/Bram)

SOLO - Kisah pilu dialami Mbok Sariyo, seorang pedagang pakaian bekas yang biasa mangkal di sekitar patung pahlawan, di Tipes, Serengan, Solo ini.

Bagaimana tidak, perempuan tua yang telah berusia 86 tahun ini menjadi korban kejahilan dua orang tak dikenal saat tengah berjualan.

Saat MNC Portal Indonesia menyambangi kediamannya, Mbah Sariyo tengah duduk sendirian di teras rumah.

Wajahnya yang sudah terlihat menua, tengah asik melihat anak-anak kecil bermain dirumahnya.

Sesekali, pemilik nama lengkap Ngatiah ini tertawa lepas melihat kepolosan anak-anak kecil itu bermain didepan teras rumahnya. Tawa Ngatiah terhenti saat melihat kedatangan MNC Portal Indonesia.

Baca Juga: Viral Kisah Nenek Sariyo Di-Prank Bantuan Berisi Kertas Koran

"Monggo pinarak (silahkan duduk)," kata Ngatiah mengawali pembicaraan, dengan menggunakan bahasa Jawa, Rabu (24/2/2021).

Terlihat Ngatiah begitu bingung dengan kedatangan MNC Portal Indonesia. Namun begitu dijelaskan, Ngatiah pun paham dengan kedatangan MNC Portal Indonesia.

Ngatiah begitu lancar ketika menceritakan kembali apa yang dialaminya. Menurut Ngatiah, kejadian itu sudah terjadi dua Minggu lalu.

Saat itu dirinya tengah berjualan seperti biasa ketika sebuah mobil mewah, berwarna hitam berhenti didepannya.

"Saya kaget waktu lagi jualan, tahu-tahu ada mobil bagus banget berhenti didepan saya. Terus turun laki-laki dan perempuan menghampiri saya,"terangnya.

Begitu menghampirinya, kedua orang tak dikenal itupun memberikan padanya sebuah amplop berukuran besar. Saat memberikan amplop tersebut, Ngatiah pun mengaku bingung.

Namun, keduannya mengatakan kalau amplop tersebut untuk modal usaha Ngatiah. Dan meminta agar Ngatiah tidak membuka amplop tersebut sebelum keduanya pergi.

"Saya sempat bertanya kenapa harus menunggu keduannya pergi. Keduannya bilang takut kalau pedagang lainnya tahu dirinya memberikan modal untuk Ngatiah, akan saling berebut minta modal,"ujar Ngatiah.

Ngatiah pun menuruti apa yang diucapkan keduanya. Begitu keduanya berlalu, Ngatiah pun membuka amplop yang diberikan kedua orang tersebut.

"Sewaktu saya buka, isinya potongan koran semua,"terang Ngatiah.

Pedagang lainnya yang saat itu ada didekatnya terkejut dan mendekati Ngatiah untuk melihat isi potongan kertas yang diberikan kedua orang tak dikenal pada Ngatiah.

"Pedagang lainnya pada deketin saya, mau lihat isinya. Waktu saya lihatin isinya koran, mereka pada kaget,"ujar Ngatiah.

Ngatiah mengaku tak sakit hati meski telah dikerjai. Dirinya hanya berdoa, semoga orang yang telah memberikan potongan kertas pada dirinya ini mendapatkan hidayah dari Allah SWT.

"Saya tidak sakit hati. Biarkan saja, semoga Allah SWT memberikan hidayah,"ujarnya.

Ngatiah mengatakan dirinya sudah lama berjualan pakaian bekas di sekitar bunderan patung tipes. Namun, baru kemarin, Selasa 23 Februari 2021, dirinya dilarang berjualan lagi dilokasi tersebut. Praktis, karena dilarang, Ngatiah pun saat ini ada dirumah.

"Saya sudah tidak berjualan lagi ditempat itu. Soalnya sudah tidak boleh lagi jualan ditempat biasanya. Jadi sekarang banyak dirumah,"ujar Ngatiah yang karena faktor umur, dirinya kebingungan saat ditanya jumlah anak dan cucunya.

Dari hasil berjualan pakaian bekas, Ngatiah pun hanya mendapatkan hasil sekira Rp 20 ribu - Rp 25 ribu. Hasil itupun hanya cukup untuk makan sehari-hari.

Untungnya, Ngatiah mendapatkan bantuan dari para tetangganya dan Pemkot Solo, berupa beras, telur. Bila tidak ada yang memberi, diri berusaha sendiri mencari penghasilan untuk makan.

"Itu dapet kacang panjang. Masih disitu, belum saya buka,"ujar Ngatiah sambil menunjukan karung yang ada didalam rumah.

Untungnya, untuk tempat tinggal, Ngatiah tidak kebingungan. Pasalnya, keponakannya, memperbolehkan dirinya untuk menempati rumah yang saat ini ditempatinya hingga akhir hayatnya.

"Ini rumah keponakan saya. Keponakan saya mengijinkan saya untuk menempati rumah ini sampai sampai saya meninggal,"pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini