Kerap Berpose di Samping Hewan yang Diburunya, Wanita Ini Diancam Mati

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 25 Februari 2021 10:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 25 18 2368024 kerap-berpose-di-samping-hewan-yang-diburunya-wanita-ini-diancam-mati-qrdqtEnHfr.jpg Wanita yang kerap berpose di samping hewan buruannya ini diancam mati (Foto: Real Press)

PRANCIS - Wanita pemburu hewan ini "dibombardir" dengan ancaman kematian setelah berpose di samping bangkai hewan hasl buruannya.

Johanna Clermont, 23, memang kerap pamer foto dirinya dengan hewan hasil buruan ke 300.000 pengikutnya di Instagram.

Dia mengakui postingannya tidak selalu disambut dengan positif dan ini kerap menuai kemarahan. Bahkan ancaman pembunuhan.

Dia mengatakan dirinya menerima banyak sekali pelecehan online karena ikut serta dalam perburuan tersebut.

Di salah satu foto, mahasiswa yang berasal dari Prancis itu membagikan foto dirinya di samping kijang berdarah mati di Afrika Selatan dan rusa di Skotlandia.

(Baca juga: Perebakan Covid-19 Melonjak, Prancis Pertimbangkan Perketat Pembatasan Sosial)

Dalam satu jepretan, dia bahkan mengolesi darah salah satu hewan hasil buruannya di wajahnya sebagai bagian dari tradisi kuno. Hal ini pula yang membuatnya diancam mati.

Johanna mengatakan foto-foto yang dipamerkannya bertujuan untuk menunjukkan sisi glamor dan feminin dari perburuan dan menegaskan dia tidak pernah mengalami seksisme di dunia olahraga darah yang didominasi pria tersebut.

“Anda bisa pergi berburu dan menjadi cantik, menyisir rambut Anda, memakai sedikit riasan jika Anda mau, dan merawat pakaian Anda. Saya pikir Anda bisa menjadi glamor dalam berburu, tentu saja,” terang wanita berusia 23 tahun itu.

“Latihan itu sendiri tidak glamor karena pergi ke alam untuk membunuh hewan untuk dimakan tidaklah glamor, tetapi dalam sikap Anda saat pergi berburu, ya tentu saja Anda bisa menjadi glamor,” lanjutnya.

(Baca juga: FDA: Satu Suntikan Vaksin Johnson & Johnson Cukup untuk Lawan Covid-19)

Saat pertama kali memburu hewan dan membunuhnya, dia berfikir dia akan "merasa bersalah", namun ternyata hal itu tidak dirasakannya. Dia menyadari jika itu adalah "sesuatu yang sangat alami".

"Hewan pertama saya adalah babi hutan dan tidak menderita, dan ketika saya melihatnya mati, saya seperti, ya, OK, begitulah kehidupan dan begitulah alam berjalan,” ungkapnya.

“Ini bukan momen yang sulit, ini lebih merupakan momen ketika Anda banyak memikirkan tentang kehidupan,” ujarnya.

‘Jika saya ingin makan daging, sekarang Anda bisa pergi ke toko dan membeli beberapa potong daging dan Anda tidak tahu apa-apa,” terangnya.

“Saat Anda pergi berburu dan Anda membunuh makanan Anda sendiri, ya, ada semacam kesenangan yang Anda rasakan,” urainya.

“Itu alami, natural. Dan rasanya berbeda!,” tambahnya.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini