Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Italia Akan Perpanjang Pembatasan Covid-19 Hingga Paskah

Antara , Jurnalis-Kamis, 25 Februari 2021 |12:03 WIB
Italia Akan Perpanjang Pembatasan Covid-19 Hingga Paskah
Menteri Kesehatan Italia Roberto Speranza. (Foto: Reuters)
A
A
A

ROMA - Pemerintah Italia akan memperpanjang pembatasan virus corona yang sudah ada hingga setelah Paskah, kata Menteri Kesehatan pada Rabu (24/2/2021). Ini diumumkan ketika Roma berencana mempercepat upaya vaksinasi untuk mencoba mengalahkan pandemi COVID-19.

Italia, salah satu negara yang paling terpukul oleh COVID-19, telah mengalami penurunan kasus harian dari sekitar 40.000 pada November menjadi di bawah 15.000 saat ini.

BACA JUGA: Venezuela Usir Kepala Delegasi Uni Eropa, Beri Waktu 72 Jam untuk Pergi

Tetapi, para pejabat khawatir pelonggaran pembatasan dapat menyebabkan lonjakan infeksi yang didorong oleh varian baru yang sangat menular.

"Kondisi epidemiologi tidak memungkinkan kami untuk melonggarkan pembatasan," ujar Menteri Kesehatan Italia Roberto Speranza kepada parlemen.

Ia menambahkan bahwa varian virus yang pertama kali ditemukan di Inggris, Afrika Selatan, dan Brazil semakin terdeteksi di Italia.

Pemerintah memberlakukan serangkaian pembatasan sebelum Natal, beberapa di antaranya akan berakhir minggu depan.

Speranza mengatakan peraturan baru akan dikeluarkan dalam waktu dekat, dan akan berlaku hingga 6 April, di akhir liburan Paskah. Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut, tetapi bioskop, teater, dan pusat kebugaran tampaknya akan tetap tutup, sementara jam buka untuk bar dan restoran hampir pasti akan sangat terbatas.

BACA JUGA: "Pesawat Hantu" Misterius Terlihat di Bandara Somalia, Munculkan Dugaan Operasi Rahasia AS

Untuk mengatasi kasus baru COVID-19, kabinet baru Perdana Menteri Mario Draghi awal pekan ini memperpanjang larangan perjalanan tidak penting antara 20 wilayah negara itu.

Speranza mengatakan, pemerintah juga berupaya mempercepat upaya vaksinasi.

Italia meluncurkan kampanye vaksin pada akhir Desember, dan sejauh ini telah memberikan 3,7 juta suntikan termasuk suntikan kedua.

Secara keseluruhan, Italia menerima 5,2 juta dosis vaksin dari produsen, tetapi penundaan pasokan, yang juga mempengaruhi negara-negara Uni Eropa lainnya, menghambat upaya tersebut.

Wilayah Lombardy utara mengatakan akan mengubah taktiknya untuk Bergamo dan Brescia - dua daerah yang terkena dampak terparah di Eropa yang mengalami peningkatan infeksi bulan ini - untuk membebaskan lebih banyak suntikan bagi penduduk setempat.

"Kami akan menurunkan dosis yang tersedia untuk suntikan kedua ... Kami harus bergerak cepat," kata Guido Bertolaso, koordinator kampanye vaksinasi regional.

Beberapa pejabat Italia mengatakan bahwa seluruh negara harus melakukan hal yang sama, mengikuti Inggris, yang telah berfokus pada vaksinasi sebanyak mungkin dan tidak menyisihkan vaksin untuk suntikan kedua yang direkomendasikan.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement