CARACAS – Venezuela mengusir kepala Delegasi Uni Eropa (UE), memberinya waktu 72 jam untuk meninggalkan negara itu, sebagai tanggapan atas perluasan sanksi Brussel terhadap pejabat Venezuela karena "merusak demokrasi."
Majelis Nasional Venezuela awal pekan ini memilih untuk mengusir utusan UE Isabel Brilhante Pedrosa, dan meminta Presiden Nicolas Maduro untuk menyatakan pejabat itu sebagai persona non grata.
BACA JUGA: Uni Eropa Tidak Lagi Akui Guaido Sebagai Presiden Sementara Venezuela
"Dia diberi waktu 72 jam untuk meninggalkan wilayah Venezuela," kata Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza kepada wartawan Rabu (24/2/2021), sebagaimana dilansir RT.
Menanggapi langkah tersebut, juru bicara Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan bahwa blok ekonomi tersebut sangat menyesalkan keputusan Caracas. Dia mengatakan bahwa langkah itu hanya akan mengarah pada isolasi internasional lebih lanjut terhadap Venezuela, dan menyerukan pembatalan.