Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Donor Plasma Konvalesen, Doni Monardo: Tidak Menyeramkan

Binti Mufarida , Jurnalis-Senin, 01 Maret 2021 |16:50 WIB
Donor Plasma Konvalesen, Doni Monardo: Tidak Menyeramkan
Kasatgas Covid-19 Doni Monardo (Foto: Dok BNPB)
A
A
A

JAKARTA - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo untuk pertama kalinya melakukan donor plasma konvalesen pada hari ini, Senin (1/3/2021).

Dia terpapar corona pada 23 Januari lalu dan dinyatakan sembuh dari Covid-19 pada 12 Februari 2021.

Doni pun membagikan pengalamannya saat melaksanakan donor plasma konvalesen dari Markas Palang Merah Indonesia, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Dia menegaskan bahwa proses donor plasma ini tidak menyeramkan.

Baca juga: Usai Sembuh Covid-19, Doni Monardo Lakukan Donor Plasma Konvalesen

"Tidak, (sama sekali) tidak menyeramkan," kata Doni dalam dialog 'Pekembangan Penggunaan Plasma Konvalesen Dalam Pengobatan Covid-19' secara virtual, Senin (1/3/2021).

Baca juga: Plasma Konvalesen Diharapkan Bisa Turunkan Kasus Aktif Covid-19 dengan Cepat

Doni pun menegaskan bahwa dirinya tidak mengalami gejala apapun selama dilaksanakan proses donor. Bahkan, ia menyebutkan bahwa donor plasma sama halnya seperti donor darah biasa.

"Tidak ada sakit apa-apa. Sama prosesnya sama seperti kita mendonor darah biasa. Hanya karena ini perlengkapannya agak banyak jadi ini perbedaannya ya, karena peralatannya kan banyak,” ungkap Doni.

Doni menegaskan bahwa tidak ada yang berbeda antara donor plasma konvalesen dengan donor darah. Namun yang menjadi perbedaan, kesehatan penyintas Covid-19 harus diperiksa sebelum mendonorkan plasma konvalesennya.

"Tapi kalau yang lainnya menurut saya sih sama saja ya. Perasaan lain tidak ada yang apa yang mencolok ya dan sudah diperiksa semua tensi juga bagus jadi dengan pemeriksaan awal kesehatan ya, mudah-mudahan tidak ada hambatan begitu," tegasnya.

(Fakhrizal Fakhri )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement