170 Penghuni Panti Asuhan di Malang Positif Covid-19

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 02 Maret 2021 11:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 519 2370704 170-penghuni-panti-asuhan-di-malang-positif-covid-19-dKFsm9efV8.jpg Warga menjalani tes swab. (Foto : Okezone/Avirista Midaada)

KOTA MALANG - Ratusan penghuni Panti Asuhan Yayasan Bhakti Luhur Kota Malang, Jawa Timur dikabarkan terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19) berdasarkan tes swab antigen. Pengetesan dilakukan setidaknya terhadap 500 orang penghuni panti asuhan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif mengungkapkan, ada 500 orang penghuni panti termasuk pengasuh yang dites swab antigen sebagai deteksi dini penyebaran Covid-19.

"Dari 500 orang penghuni dan pengasuh yang dilakukan swab antigen, ada sebanyak 170 orang yang dinyatakan positif," kata Husnul di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (2/3/2021) saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia.

Dari 500 orang yang dites, sebanyak 170 orang memiliki hasil positif tes swab antigen. Mereka terdiri anak berkebutuhan khusus penghuni hingga pengasuh panti. Kini sebanyak 170 orang penghuni dan pengasuh Yayasan Bhakti Luhur tersebut telah dipisahkan dengan menempati area khusus. Pemisahan tersebut dilakukan pada bangunan yang terisolasi agar tidak ada penyebaran virus corona.

"Untuk 170 orang ini sudah dipisahkan dengan bangunan terisolasi. Kemudian, pengasuh juga telah dibekali alat pelindung diri, dan pengetahuan protokol Covid-19," kata Husnul.

Husnul menambahkan, pekan lalu, terdapat lima orang penghuni Yayasan Bhakti Luhur yang mengalami gejala flu, seperti batuk dan pilek. Penanggung jawab kesehatan di yayasan tersebut melaporkan hal itu ke puskesmas terdekat.

Kemudian, pihak puskesmas melakukan pelacakan dengan melaksanakan tes swab antigen kepada seluruh penghuni Yayasan Bhakti Luhur tersebut.

"Kenapa antigen, berdasar keputusan Menteri Kesehatan yang baru, swab antigen bisa dilakukan untuk penegakan diagnosa," kata Husnul.

Baca Juga : Perjalanan 1 Tahun Pandemi Covid-19 di Indonesia

Husnul menambahkan, Dinas Kesehatan Kota Malang akan melakukan pemantauan terkait perkembangan yang terjadi pada yayasan tersebut. Dalam waktu sepuluh hari ke depan, nantinya dilakukan swab antigen ulang kepada 170 orang penghuni yayasan itu.

Husnul memastikan pasokan asupan gizi, di yayasan tersebut dalam kondisi yang aman dan mencukupi. Selain itu, penerapan protokol kesehatan penanganan Covid-19 akan diterapkan secara ketat, termasuk tidak memperbolehkan adanya kunjungan dari pihak keluarga.

"Tidak ada kontak luar, ini sudah dikondisikan, termasuk tidak ada kunjungan dari keluarga selama pandemi," kata Husnul.

Husnul menambahkan, dikarenakan para penghuni Yayasan Bhakti Luhur tersebut merupakan orang-orang dengan kebutuhan khusus, maka penanganan akan dilakukan berbeda. Para pengasuh di yayasan tersebut dilibatkan agar para penghuni tetap merasa nyaman.

Baca Juga : 1 Tahun Pandemi Covid-19, Presiden Jokowi: Pemerintah Terus Berupaya Kendalikan Pandemi

"Penanganan tentunya berbeda dengan yang umum. Pengasuh di sini sudah hafal bagaimana karakter anak berkebutuhan khusus tersebut. Itu yang diperlukan, supaya mereka tetap nyaman untuk tinggal di sini, sekalipun terpisah," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini