DULU muncul istilah "air belanda" kini dikenal dengan nama air mineral. Air mineral di Hindia Belanda dibuat oleh seorang apoteker bernama Hendrik Freerk Tillema pada 1896. Selain dikenal di Hindia Belanda karena "air mineral atau air Tillema", ia juga jadi distributor brandy di Semarang.
Ia bekerja di Samarangsche-Apotheek milik R Klaasesz and Co. Ewald Vanvugt. Dalam sebuah artikel berjudul De Donkere Kant van Tempo Doeloe (Sisi Tergelap Tempo Doeloe), menulis, HF Tillema mampu membeli perusahaan Klaasesz and Co pada 1899.
Baca Juga: Beriklan di Media Massa Muncul Sejak Hindia Belanda, Bagaimana Iklan Budak Perempuan di Batavia?
Tillema lalu melebarkan sayap pada bisnis air kemasan botol, kebetulan pula perusahaan yang ia beli punya unit usaha dalam bidang air minum. Pabrik minuman Tillema mengembangkan usaha itu, di samping air mineral dalam kemasan, juga memproduksi minuman soda.
Di tahun 1901, ia mendirikan pabrik di Semarang. Tiap tahun, suami Anna Sophia Weehuizen ini memproduksi lebih dari 500.000 botol limun soda dan air mineral bermerek Hygeia dengan kucing hitam yang ekornya melambai.
Tahun 1910, produksinya meningkat menjadi 10.000 botol/hari. Di Semarang, limun itu terkenal dengan nama Limoen Klaasesz Tjap Koetjing. Hygeia (atau sebenarnya Hygieia) diambil dari mitologi Yunani, merupakan anak perempuan dari Asklepios , dewa pelindung kesehatan.
Ia mempromosikan produknya dengan iklan seperti yang gencar dilakukan di Amerika sejak tahun 1890-an, berhasil dengan minuman Coca-Cola.
Baca Juga: Kisah Kecantikan Perempuan Jawa yang Menimbulkan Pertumpahan Darah
Tillema membagikan asbak -asbak yang bermerek minuman limunnya. Di atas perempatan paling sibuk di Semarang, ia menggantungkan papan reklame yang cukup menarik perhatian.
Foto-foto dari jalan-jalan tempat ia memasang iklan dijadikannya kartu pos dan dibagikan secara gratis dengan menggunakan kalimat: "Limun Hygeia memang loear biasa! "