Kronologi Penemuan Kasus Positif Covid-19 pada 170 Penghuni Panti Asuhan

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 03 Maret 2021 14:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 519 2371592 kronologi-penemuan-kasus-positif-covid-19-pada-170-penghuni-panti-asuhan-UqqClTj5vs.jpg Suasana di Panti Asuhan Bhakti Luhur yang 170 penghinya positif Covid-19 (Foto : Okezone.com/Avirista)

MALANG - Setelah diketahui 170 orang penghuni Panti Asuhan Yayasan Bhakti Luhur Malang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan swab antigen, Pemkot terus berupaya melakukan penanganan.

Saat ini, dari 170 orang yang terkonfirmasi, ada 8 orang yang telah diambil sampel tes swab dan hasilnya positif. Sedangkan ada 16 penghuni panti yang dibawa ke RS Lapangan Covid-19 guna menjalani isolasi mandiri lebih lanjut. Sementara, 154 orang yang menjalani isolasi mandiri secara terpisah di bangunan panti asuhan dengan pengawasan ketat tim Satgas Penanganan Covid-19 Kota Malang.

"Delapan orang itu positif Covid-19 dari tes PCR," ucap Wali Kota Sutiaji usai meninjau isolasi mandiri di bangunan panti pada Rabu siang (3/3/2021).

Sutiaji menerangkan para penghuni panti ini diduga tertular Covid-19 dari interaksi dengan orang luar panti. Padahal dari penuturan Sutiaji, ratusan penghuni panti ini tidak keluar panti sejak setahun lalu. Hingga berlanjut menular ke ratusan penghuni panti asuhan lainnya.

"Yang kemarin itu awalnya delapan, namun kita perlu waspada bahwa ini anak-anak sudah satu tahun tidak keluar, mitigasi sudah luar biasa, kok masih terpapar. Baik yang positif antigen atau yang negatif, tetap saya perlakukan sama," tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang dr. Husnul Muarif memastikan kembali dari sekitar 500 orang penghuni panti yang terkonfirmasi positif berdasarkan hasil swab antigen ada 170 orang.

Baca Juga : 170 Penghuni Panti Asuhan di Malang Positif Covid-19

"170 ini positif antigen. Pak Wali sudah bilang antigen. Kalau konfirmasi positif itu adalah pemeriksaan PCR. Jadi ada beberapa nanti kriteria di KMK (Keputusan Menteri Kesehatan) yang baru, 446/2021. itu dengan ketersediaan fasilitas pemeriksaan PCR maupun PCM yang ada di daerah atau yang ada di titik-titik tersebut," bebernya.

Dari 170 orang itu, oleh Dinkes Kota Malang dimasukkan ke dalam pasien suspek atau probable, bukan terkonfirmasi positif Covid-19. "Tidak masuk data kasus (positif Covid-19), masuk data di Dinas Kesehatan, itu nanti masuk di suspek atau probable. Belum masuk terkonfirmasi, jadi nanti masuknya di suspek, atau probable," tukasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini