Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Rumah DP 0 Rupiah dari Program Andalan Anies hingga Berujung Korupsi

Bima Setiyadi , Jurnalis-Senin, 08 Maret 2021 |17:45 WIB
Rumah DP 0 Rupiah dari Program Andalan Anies hingga Berujung Korupsi
Rumah DP 0 Rumah (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Program DP 0 rupiah kepada warga DKI Jakarta yang belum memiliki rumah merupakan salah satu program andalan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Bersama Sandiaga Uno yang menjadi wakilnya saat itu, Anies menjadikan program DP 0 Rupiah tersebut sebagai jualan politiknya hingga terpilih di Pilgub DKI pada 2017 lalu.

Berdasarkan paparan Pemprov DKI Jakarta saat itu, Jakarta kekurangan 302.319 unit hunian. Data tersebut diambil berdasarkan analisa data susenas tahun 2015, yang menyebutkan bahwa baru 51% warga Ibu Kota yang memiliki properti sendiri, di mana penduduk yang tidak memiliki rumah terkonsentrasi pada 40% masyarakat miskin.

Baca juga: KPK Usut Dugaan Korupsi Pembelian Tanah Program DP 0 Rupiah DKI

Dalam mewujudkan program tersebut, PD Pembangunan Sarana Jaya selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dipercaya Anies untuk membangun hunian vertikal dengan skema DP 0 Rupiah.

 Baca juga: Anies Pamer Hasil Revitalisasi PPOP Ragunan Usai Pecat Anak Buah Terlibat Korupsi

Pembangunan dimulai di kawasan Jakarta Timur atau dikenal kelapa Village pada Januari 2018 lalu. Pada tahap pertama, PD Pembangunan Sarana Jaya membangun satu tower dengan total 703 unit dan selesai pada Agustus 2019 lalu.

Pembangunan kembali dilanjutkan DP 0 Rupiah di Jl. Raya Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur. Sedikitnya ada 3400 unit yang dibangun.

Saat itu, Direktur Utama PD Sarana Jaya, Yoory C Pinotan menuturkan, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022 disebutkan ada 250 ribu hunian yang akan dibangun. Namun, tidak semua menggunakan skema DP 0 Rupiah.

Menurutnya, pembangunan DP 0 Rupiah hanya sekitar 13.500 yang akan dibangun seluruhnya oleh Sarana Jaya selama lima tahun hingga 2022.

Lahan di Cilangkap seluas 2,8 hektare dan Pulogebang seluas 4 hektare yang dibangun DP 0 Rupiah, kata Yorri sudah menjadi miliknya

Dia pun akan membeli lahan di kawasan Selatan dan Barat Jakarta untuk dijadikan pembangunan DP 0 Rupiah. Bahkan, Yorri mengaku sudah memiliki daftarnya.

"Kami akan membeli lahan di selatan, di barat, itu kita sudah punya beberapa list bisa kita beli dan dijadikan DP 0 rupiah. Seharusnya tidak ada kendala untuk membangun 13.500 dalam lima tahun. Tanah DP 0 Rupiah kan milik BUMD," kata Yorri pasca pembangunan DP 0 Rupiah di kelapa village, Agustus 2019 lalu.

Namun, di tangah proses pembangunan di Cilangkap atau pada awal Maret 2020, sejumlah karyawan PD Sarana Jaya telah dimintai keterangan oleh Bareskrim Polri atas dugaan kasus korupsi pengadaan lahan.

Hal itu diungkapkan Humas PD Sarana Jaya, Keren Margaret Vicer yang dihubungi pada 10 Maret 2020. "Kami tidak tahu di mana pengadaan lahan yang berkaitan dengan pemeriksaan tersebut. Itu ranah kepolisian. Semua kami serahkan ke pihak kepolisian," ungkapnya.

Hingga saat ini, pembangunan DP 0 Rupiah di Cilangkap diketahui belum selesai. Kemudian, kabar mengejutkan datang dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menetapkan Yorry sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembelian tanah untuk Program DP 0 Rupiah.

Salah satunya yakni pembelian tanah seluas 41.921 meter persegi di kawasan Cipayung, Jakarta Timur pada 2019 silam.

Hunian DP 0 Rupiah terkendala cicilan dan kredit macet, sementara untuk jumlah penghuni rumah DP 0 Rupiah di Kelapa Vilagge pun diketahui belum dihuni seluruhnya.

Hingga akhir 2020, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, Sarjoko mengatakan, hunian rumah DP Rp 0 yang tersedia sebanyak 780 unit di Pondok Kelapa sudah terjual 457. Namun, hanya saja yang baru menghuni baru sekitar 278.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement