Terpapar Varian Baru Corona B117, TKW Brebes Jalani Isolasi Ketat

Taufik Budi, Okezone · Senin 08 Maret 2021 17:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 08 512 2374397 terpapar-varian-baru-corona-b117-tkw-brebes-jalani-isolasi-ketat-VJ29p8SHhe.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

SEMARANG – Petugas kesehatan gencar melakukan tracing dan testing terhadap kontak erat tenaga kerja wanita (TKW) asal Timur Tengah, AS (47) yang terpapar Covid-19 varian baru B117. Perempuan yang kini berada di Brebes, Jawa Tengah itu sekarang menjalani isolasi ketat.

"Penanganannya sudah berjalan, itu satu keluarga diisolasi dalam pantauan. Mereka yang dites hasil tracing kontak erat dan kontak dekat itu relatif negatif semuanya," kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai memimpin rapat penanganan Covid-19 di kantornya, Senin (8/3/2021).

Dia melanjutkan, Pemkab Brebes juga sudah memastikan penanganan terhadap kasus itu. Dibantu pihak kelurahan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, proses pemantauan berjalan lancar.

Baca juga: Cegah Varian Baru Covid-19, Satgas: Pengaturan Mobilitas Perjalanan Sudah Dirancang dengan Proteksi Berlapis

"Tapi kita masih nunggu tes dari pusat, karena informasinya ada satu lagi tes khusus dari sana. Tapi untuk yang swab tesnya, yang lain tidak ada yang tertular," jelasnya.

Ganjar menerangkan, saat menemukan kasus ini, tujuh orang anggota keluarga TKW tersebut langsung dites. Berdasarkan hasil tracing kedua, hasilnya negatif. Meski begitu, AS dan keluarganya sebanyak 8 orang harus diisolasi ketat sambil menunggu hasil tes khusus dari pemerintah pusat.

"Itu satu keluarga dengan AS sebanyak 8 orang itu, diisolasi dan saya minta dipantau dengan ketat. Tadi saya pastikan ke Pemkab Brebes suplai makanan sudah aman,” terangnya.

Baca juga: Satgas Covid-19: Varian Corona Bukan Hanya B117, Ada Juga B1351 dan P1

Proses isolasi itu bukan hanya melibatkan petugas kesehatan, tetapi juga aparat keamanan. Langkah tersebut untuk memastikan upaya penanganan terhadap pasien yang terpapar Covid-19 varian baru bisa optimal.

“Penjagaan juga aman karena ada kerjasama yang baik antara kelurahan, puskesmas, Babinsa/Babinkamtibmas dan lainnya. Saya kira dengan PPKM mikro, model begini akan lebih efektif sehingga penanganan lebih mudah," pungkasnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini