Ia mengatakan, selanjutnya sebanyak delapan orang yang positif Covid-19 tersebut menjalani karantina mandiri baik di rumahnya masing-masing atau di pondok pesantren tersebut.
Tenaga kesehatan di puskesmas terdekat dari lokasi tersebut, katanya, tetap memberikan pelayanan kesehatan kepada santri yang termasuk dalam konfirmasi tanpa gejala.
Tenaga kesehatan di puskesmas ini tidak menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh virus corona tetapi menyembuhkan penyakit penyertanya seperti batuk, sakit kepala dan demam.
Ia mengatakan, instansinya belum ada rencana untuk melakukan riwayat kontak delapan santri yang positif Covid-19 karena delapan santri ini merupakan hasil dari tracking.
(Awaludin)