Demi Keamanan Pengguna Jalan, Pohon Beringin Angker Usia Hampir Seabad di Tapsel Ditebang

Tim Okezone, Okezone · Kamis 11 Maret 2021 15:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 11 340 2376171 demi-keamanan-pengguna-jalan-pohon-beringin-angker-usia-hampir-seabad-di-tapsel-ditebang-Y04d70wE2z.jpg Pohon beringin angker ditebang di Tapsel.(Foto:Antara)

TAPANULI SELATAN - Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tapanuli Selatan (Tapsel), Hotmatua Rambe mengatakan, pohon beringin berusia kurang lebih satu abad di Desa Parsalakan, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut) ditebang.

Penebangan pohon yang dinilai angker ini, demi keamanan pengguna jalan yang kerap melintas di sekitar lokasi keberadaan pohon tersebut.

"Sebelum penebangan pohon, kami bersama masyarakat dan Forkopimcam lebih dahulu mengadakan doa bersama agar proses berjalan lancar," ujar Hotmatua Rambe dilansir Antara, Kamis (11/3).

Baca Juga: Polisi Tetapkan Tersangka Penebangan Pohon Hutan Gunung Lawu

Pohon yang ditebang itu memiliki ketinggian sekitar 40 meter dari tanah dengan diameter lebih kurang 20 meter. Pohon ini berdiri di pinggir Jalan Lintas Barat Sumatra atau sekitar 2-3 kilometer dari batas Padangsidimpuan menuju Sibolga. 

"Ditebangnya pohon yang diyakini banyak orang berpenghuni makhluk halus itu atas permintaaan masyarakat sekitar kepada Camat Kecamatan Angkola Barat. Karena selain dinilai angker juga menjaga keselamatan jiwa pengendara maupun warga yang melintas di bawahnya dari ancaman ranting atau dahan patah," katanya.

Baca Juga: Pemprov DKI Diminta Lebih Selektif Tebang Pohon

Proses penebangannya sudah memakan waktu empat hari dan diperkirakan selesai pada Sabtu atau Minggu (14/3/2021). Dimulai dengan pemotongan ranting dan dahan dan bertahap ke batang pohon dengan menggunakan alat chainsaw.

"Sejumlah personel TNI, Polri, BPBD, PUPR dan masyarakat terlibat dalam proses penebangan pohon itu. Bahkan unsur Forkopimda, Forkopimcam turut hadir menyaksikan penumbangan pohon," katanya.

Pemkab Tapsel juga menurunkan alat berat Bekho untuk membersihkan ranting dan batang pohon dari badan jalan agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

"Hari ketiga proses penebangan seorang pekerja nyaris celaka. Sebatang ranting besar yang digunakan salah satu pekerja sebagai tempat kaki berpijak untuk memotong ranting-ranting tiba-tiba patah," ucapnya.

Syukur, pekerja yang memegang chainsaw cepat menyadari ancaman bahaya saat itu. Tidak beberapa lama setelah berhasil pindah, ranting yang dipijak semula patah, padahal belum dipotong.

Pekerjaan hari itu langsung dihentikan lalu dilanjutkan hari ini," katanya.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini