nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Tetapkan Tersangka Penebangan Pohon Hutan Gunung Lawu

Bramantyo, Jurnalis · Selasa 21 Januari 2020 20:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 21 512 2156268 polisi-tetapkan-tersangka-penebangan-pohon-hutan-gunung-lawu-rI3Q1aXYQs.jpg Polisi Tetapkan Tersangka Penebang Pohon di Hutan Gunung Lawu (foto: Okezone/Bramantyo)

KARANGANYAR - Kepolisian Resort (Polres) Karanganyar menetapkan seorang tersangka berinisial ST alias GDR terkait kasus perusakan hutan Gunung Lawu tepatnya di petak 42-5 RPH yang masuk wilayah Tlongodlingo, Tawangmangu, Karanganyar.

Kapolres Karanganyar AKBP Leganek Mawardi mengatakan penetapan ST ini dilakukan setelah pihaknya melakukan gelar perkara dari kasus penebangan pohon. Berdasarkan bukti-bukti yang telah dikumpulkan, mengarah pada ST yang merupakan salah satu penanggung jawab dalam kegiatan penebangan pohon di kawasan lereng Gunung Lawu.

Baca Juga: Ini Penyebab Kebakaran Hutan di Gunung Lawu Sulit Diatasi 

"Setelah kita melakukan penyelidikan kurang lebih 3-4 hari, kita menemukan beberapa barang bukti berupa senso, batang kayu yang tertimbun didalam tanah, serta handphone yang digunakan untuk memvideo kegiatan tersebut," ujar Leganek Mawardi dalam konferensi pers di Mapolres Karanganyar, Selasa (20/1/2020).

Polisi Tetapkan Tersangka Penebangan Pohon Hutan Gunung Lawu (foto: Okezone/Bramantyo)	 

Leganek menerangkan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih detail untuk memastikan bahwa tindak pidana yang dilakukan ini tidak terulang kembali. "Saat ini masih kita pasang police line di tempat kejadian perkara,"terangnya.

Menurut Leganek, ST merupakan pemborong yang diserahi tugas atas kegiatan di kawasan tersebut untuk proyek. Dia mengatakan, sebenarnya pelaku usaha telah meminta izin untuk menjadikan lokasi tersebut sebagai tempat usahanya.

Namun, dalam tahap proses kalkulasi perhitungan ganti untung belum ada kesepakatan saat tersangka ST melakukan pemotongan pohon.

"Belum ada deal sudah dilakukan pemotongan, itu yang menjadi kekeliruan," jelasnya.

Sedangkan pasal yang disangkakan pada tersangka pasal 82 ayat (1) UU no 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

"Ancaman hukumannya minimal 1 tahun atau paling lama 5 tahun penjara serta denda maksimal Rp2,5 miliar," ujarnya.

Baca Juga: Muncul Awan Berbentuk Aneh di Puncak Gunung Lawu 

Sementara pelaku ST mengaku jika dirinya tidak tahu kalau apa yang dilakukannya itu melanggar hukum. Sepengetahuan dirinya, karena sudah ada izin, maka sudah bisa melakukan penebangan pohon tersebut.

Selain itu, karena kondisi pohon yang sudah tak aman lagi, dirinya mempunyai inisiatif untuk melakukan penebangan. Sebab, dia khawatir karena tanah di sekitarnya sudah dikeruk, pohon-pohon tersebut bisa menimpa empat orang karyawannya.

"Saya tebang karena kondisinya berbahaya. Apalagi tanah di sekitar sudah dikeruk. Takutnya ambruk dan mengenai pegawai saya," tutur ST.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini