TANGERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengupayakan mediasi dua pihak yang bersengketa untuk menyelesaikan sengketa tanah yang berujung pada penutupan akses jalan yang dipagar beton oleh tetangganya sendiri.
Camat Ciledug Syarifudin mendatangi langsung rumah yang akses jalannya dibeton itu. Dia juga memanjat tembok rumah untuk masuk ke lokasi.
Syarifudin meminta persoalan ini segera diselesaikan dengan mediasi. Saat ini, lanjut dia, Pemkot Tangerang telah berkoordinasi dengan instasi terkait guna menyelesaikan sengketa tanah ini.
Baca juga: Jalan Dibeton Tetangga, Warga Ciledug Terpaksa Keluar Masuk Rumah Lewat Kuburan
"(Pembetonan) ini sebenarnya efeknya ke dua warga. Yang satu Bu Bidan," kata Syarifudin di lokasi, Minggu (14/3/2021).
Baca juga: Cerita Warga Ciledug Hidup Bak Terpenjara di Rumah Sendiri Akibat Jalan Dibeton Tetangga
Ia menambahkan, pihaknya akan menelusuri kelengkapan administrasi tanah guna mengecek soal klaim jalan yang dikatakan telah dihibahkan tersebut.
Syarifudin mengatakan, pihaknya juga telah menyurati keluarga almarhum Anas Bahrum yang merupakan orangtua dari Asrul Bahrum alias Rully untuk melakukan mediasi kepada pihak keluarga Hadiyati yang akses jalan rumahnya dibeton tersebut.
"kita dari kecamatan panggilan untuk mediasi. Dan kita sampaikan ke Pak Rully dan mereka tidak pernah datang," tutur dia.
"Mudah-mudahan cepat mediasi dan cepat terselesaikan. Kita selesaikan dengan tidak ada yang kita langgar," sambung Syarifudin.
Sebelumnya, Keluarga almarhum H Munir, warga Jalan Akasia, No 1, RT04/03, Tajur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Banten, pasrah dengan ulah ahli waris yang menutup jalan depan rumahnya dengan tembok beton berduri setinggi 2 meter. Kejadian ini pun viral di media sosial.
Untuk keluar rumah, mereka harus naik turun tangga kayu lalu melompati dua pagar beton yang menghalangi rumah.
Jalan ini sangat berbahaya untuk dilalui, apalagi jika membawa anak kecil. Salah-salah bisa terjatuh. Tetapi apa daya, mereka tidak kuat melawan. Alhasil, tembok belakang rumah yang berisi kuburan dijebol, agar bisa melintas dari sana.
"Ya terkadang lewat sini, tinggal geser dan angkat papannya. Takut awalnya. Tapi lama-lama biasa. Anak-anak juga berani," kata Anna Melinda (30), anak almarhum H Munir, saat ditemui di rumahnya, wilayah Tajur, Jumat 12 Maret 2021.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.