JAKARTA – Kini, masyarakat Indonesia memasuki era digital dan digital telah menjadi bagian dari kehidupan. Masyarakat, khususnya generasi milenial tak bisa terpisahkan dari dunia digital, karena masyarakat telah hidup di suatu realitas di mana fisik dan digital menjadi sebuah kesatuan.
Seperti yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan, literasi digital saat ini sangat dibutuhkan demi menciptakan ruang digital yang lebih baik bagi semua orang.
“Kita hidup di suatu realitas di mana fisik dan digital menjadi satu, begitu digitalnya terputus, bingung kita. Seolah-olah masyarakat kita punya dua kepribadian, berperilaku di ruang fisik dan di ruang digital,” ujarnya.
Semuel menambahkan, keberadaan UU ITE Tahun 2008 mengakui semua kegiatan di ruang digital adalah sah. Hal ini kemudian diiringi dengan semakin banyaknya kegiatan yang dilakukan di ruang digital hingga saat ini, mulai dari belajar, berdiskusi, bekerja, serta kegiatan lainnya.
“Sekarang ada teknologi, kita bisa melakukan diskusi ini dan mereka bisa nonton kapan saja pas ada waktunya. Jadi, waktu itu tidak dipaksakan, sekarang bisa kapan saja. Jadi, orang belajar tidak dibatasi waktu dan ruang. Nah, ini kenapa kita harus embrace ruang digital lebih banyak lagi, tapi dengan aturan yang sama dengan ruang fisik,” katanya.
Inilah yang menjadi satu alasan dimulainya ‘Podcast Literasi Digital’, yaitu sebuah podcast persembahan Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi. Penyampaian informasi melalui platform siniar atau yang lebih familiar dengan podcast, dianggap cukup mengikuti tren saat ini.