"Beliau juga tidak pernah membeda-bedakan orang apa dia kaya miskin apakah agama apa beliau nggak pernah beda-bedakan. Siapapun yang datang ke beliau alhamdulillh dibantu sukarela," ungkapnya.
Arta pun sempat menceritakan sedikit kondisi Anton Medan sebelum wafat. Almarhum, lanjut dia, mengidap sakit diabetes hingga beberapa bulan terakhir sulit berjalan.
"Udah sejak 3 bulan ini lah beliau sakit karena diabetes cukup tinggi, jadi terkahir-terakhir itu kakinya lemes jadi gak kuat jalan sendiri harus dituntun. Sebulan terkahir lebih banyak diem diranjang sampe saat terkakhir beliau," tukasnya.
Diketahui, Anton Medan lahir dengan nama Tan Hok Liang dan kemudian bernama Muhammad Ramdhan Efendi lahir di Tebing Tinggi, Sumatra Utara, 10 Oktober 1957. Meninggal di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, 15 Maret 2021 pada umur 63 tahun.
Anton merupakan mantan perampok dan bandar judi yang kini telah taubat. Ia menjadi Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) sejak 2012. Ia memeluk agama Islam sejak 1992. Ia juga mendirikan rumah ibadah yang diberi nama Masjid Jami' Tan Hok Liang. Masjid itu terletak di areal Pondok Pesantren At-Ta'ibin, Pondok Rajeg, Cibinong.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.