Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pagar Beton Dirobohkan, Warga Ciledug Syukuran Potong Kambing

Hasan Kurniawan , Jurnalis-Kamis, 18 Maret 2021 |16:28 WIB
Pagar Beton Dirobohkan, Warga Ciledug Syukuran Potong Kambing
Pagar beton yang menutup akses rumah warga di Ciledug dibongkar (Foto: Hasan Kurniawan)
A
A
A

TANGERANG - Warga lingkungan RT04/03, Tajur, Ciledug, Kota Tangerang, mengaku bersyukur akhirnya pagar beton sepanjang 200 meter dengan tinggi 2 meter yang menutup rumah almarhum Munir, dirobohkan secara paksa petugas gabungan.

Alhasil, kondisi jalan masuk menuju Kavling Brebes, di Kelurahan Tajur, itu pun menjadi lebih lega. Terlebih, keluarga Munir bisa terbebas dari pagar beton berkawat duri yang mengisolasi rumahnya.

Baca Juga:  Korban Tembok Beton Haji Ruli Sujud Syukur saat Dirobohkan

Ketua RT04/03, Kelurahan Tajur, Agus mengatakan, warga sangat bahagia. Akhirnya, pagar di jalan masuk Kavling Brebes dirobohkan. Kisruh antara keluarga Munir dengan ahli waris terkiat status jalan pun, untuk sementara waktu bisa diredam.

"Ya senang banget. Nanti kita mau potong kambing. Nanti saya undang," kata Agus, kepada Sindonews, di Jalan Kavling Brebes, Tajur, Kamis (18/3/2021).

Tidak hanya itu, pihaknya juga akan memotong sapi sebagai ucapan syukur. Namun, untuk acara potong sapi itu, masih menunggu donatur. Situasi sekitar pun kini sudah berangsur normal. Tidak ada penjagaan keamanan di lokasi dan sekitar jalanan.

"Iya, bahkan bukan cuma kambing. Insya Allah mau potong sapi, kalau ada yang ngasih," katanya sembari tertawa, melihat jalan yang sudah bersih.

Baca Juga:  Pemkot Lakukan Mediasi Selesaikan Kasus Akses Rumah Ditutup Pagar Beton di Ciledug

Sementara itu, Anna Melinda (30), anak almarhum H Munir mengaku senang pagar beton yang menutup rumahnya sejak dua tahun lalu, kini sudah tidak terlihat lagi. Semuanya, kiri dan kanan, sudah dirobohkan, pada Rabu 17 Maret 2021, jam 8 pagi.

"Alhamdulillah masih aman mas. Semalam ada Pak Aiman dari Polsek Ciledug yang datang. Dari perwakilan H Ruli gak ada mas," sambung Anna.

Dirinya mengaku, tidak pernah menyangka, akhirnya tembok beton yang menutup rumahnya total rumahnya itu bisa dirobohkan seluruhnya. Dirinya pun tidak perlu lagi memanjat tembok dan melewati kuburan yang seram jika ingin keluar masuk rumah.

"Gak mimpi, gak nyangka sama sekali. Akhirnya bisa dibongkar seluruhnya. Sekarang, jika ingin keluar rumah lewat depan, saya dan anak-anak tidak perlu lagi memanjat tembok dengan tangga," tukasnya.

 

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement