WHO: Kematian Akibat Covid-19 di Eropa Meningkat Dibanding Tahun Lalu

Agregasi VOA, · Jum'at 19 Maret 2021 05:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 19 18 2380283 who-kematian-akibat-covid-19-di-eropa-meningkat-dibanding-tahun-lalu-8UnVVsjcGS.jpg Direktur regional WHO untuk Eropa Hans Kluge (Foto: Reuters)

NEW YORK - Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Eropa mengatakan situasi Covid-19 di wilayah tersebut telah mundur selangkah, seiring dengan meningkatnya jumlah orang yang meninggal karena virus itu daripada tahun lalu.

Dalam jumpa pers virtual dari kantornya di Kopenhagen, Hans Kluge mengatakan kepada para wartawan bahwa dia sangat prihatin dengan keadaan di Eropa tengah, Balkan dan negara-negara Baltik, di mana kasus baru, rawat inap, dan kematian sekarang termasuk yang tertinggi di dunia.

Kluge mengatakan di Eropa rata-rata terjadi lebih dari 20.000 kematian akibat Covid-19 per minggu, dengan jumlah kematian keseluruhan melewati 900.000. Dia mengatakan ada lebih dari 1,2 juta kasus baru yang dilaporkan di seluruh Eropa minggu lalu, minggu ketiga berturut-turut jumlah infeksi terus meningkat.

(Baca juga: Buku Sekolah Sebut Terorisme adalah "Untaian Islam", Picu Kemarahan Muslim India)

Kluge mengatakan 46 negara di kawasan itu telah menggunakan lebih dari 107 juta dosis vaksin virus corona, dan 3% dari populasi di 45 negara telah menerima vaksinasi lengkap. Dia mengatakan meskipun itu merupakan kemajuan, menurutnya tidak cukup untuk memperlambat penyebaran virus secara signifikan.

Kluge juga menyinggung kontroversi vaksin AstraZeneca yang penggunaannya telah ditangguhkan di beberapa negara setelah adanya laporan beberapa pasien mengalami pembekuan darah. Dia mengulangi pernyataan dari para pejabat WHO pada Rabu (17/3) yang mengatakan manfaat vaksin jauh lebih besar daripada risikonya, dan vaksin itu hendaknya digunakan.

(Baca juga: Biden Sebut Putin Pembunuh, Rusia Ingin AS Minta Maaf)

Meskipun mengeluarkan rekomendasi serupa awal pekan ini, badan pengawas obat Eropa, European Medicines Agency, diperkirakan akan mengumumkan hasil pemeriksaan vaksin itu dan kasus pembekuan darah pada Kamis malam.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini