JEJAK–jejak pasukan Mataram selain di situs pertempuran juga dapat dilihat di sebuah Masjid di Marunda dan Tanah Abang. Ternyata di antara panglima-panglima perang Mataram, di samping prajurit-prajuruti yang gagah, juga merupakan juru dakwah yang andal.
Mereka inilah yang membangun surau-surau di Jakarta, yang kelak menjadi masjid-masjid tua yang hingga kini dilestarikan keberadaannya.
"Ketika 80 ribu prajurit Mataram dua kali gagal menyerang Jakarta, mereka banyak yang menetap dan menyebar di berbagai tempat. Rupanya, semangat keagamaan para tumenggung Mataram ini tidak pernah surut," ujar Yahya Saputra, budayawan Betawi.
Baca Juga: Kisah Pembunuhan Sultan Yogya Ditusuk Selir Kesayangan
Sejarawan Belanda, Dr F de Haan, membenarkan bahwa Kampung Marunda di Cilincing pernah dijadikan sebagai salah satu markas pasukan Mataram saat hendak memasuki Batavia .
Di tepi pantai Marunda ini, pasukan Mataram di bawah pimpinan Tumenggung Bahurekso membangun sebuah masjid. Di samping tempat ibadah, Masjid Al-Alam dijadikan tempat menggembleng semangat para prajurit, sekaligus tempat mengatur serangan.
Masjid di pantai Marunda yang dahulunya merupakan surau, hingga kini masih terlihat kekunoannya sekalipun telah beberapa kali dipugar. Pada masa revolusi fisik (1945), dari masjid ini kembali dikumandangkan semangat jihad fisabillah oleh para ulama dan pejuang. Daerah Marunda bahkan sangat dibanggakan dalam perjuangan melawan Belanda.
Baca Juga: Kisah Pembunuhan Raja Majapahit, Dibunuh Ra Tanca, Didalangi Gajah Mada?
Di antara masjid yang dibangun oleh para pangeran dari Kerajaan Islam Mataram ini terdapat pula Masjid Al-Mansyur di Kampung Sawah, Kelurahan Tambora, Jakarta Barat. Masjid ini dibangun pada 1717 oleh Abdul Mihit, putra Pangeran Cakrajaya, sepupu Tumenggung Mataram.
"Keberangkatannya dari Mataram ke Batavia dalam rangka membantu rakyat untuk menentang penjajahan Belanda. Di masjid inilah keturunan bangsawan dari Mataram melakukan pembinaan mental dengan menekankan semangat menentang penjajahan," ucap Yahya.
Baca Juga: Kisah Pengambilan Keris, Muncul Naga Siluman Sebesar Kelapa