Share

Paus Fransiskus Kecam Mafia yang Ambil Keuntungan dari Pandemi Covid-19

Susi Susanti, Koran SI · Senin 22 Maret 2021 11:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 22 18 2381842 paus-fransiskus-kecam-mafia-yang-ambil-keuntungan-dari-pandemi-covid-19-ryfSKjJnjD.jpg Paus Fransiskus (Foto: Shutterstock)

VATIKAN - Paus Fransiskus mengecam kelompok kejahatan terorganisir, termasuk Mafia Italia, yang menggunakan pandemi Covid-19 untuk keuntungan finansial.

Pria 84 tahun itu mengatakan mafia "di seluruh dunia" memanfaatkan Covid-19 dan pandemi untuk memperkaya diri mereka sendiri melalui korupsi.

Dia menyebut organisasi yang dijalankan oleh bos mafia sebagai "struktur dosa" dan bukan orang beriman.

“Mafia hadir di berbagai belahan dunia dan, memanfaatkan pandemi, mereka memperkaya diri melalui korupsi,” terang Paus.

"Struktur dosa ini, struktur mafia, bertentangan dengan Injil dan kesalahan penyembahan berhala karena iman,” terangnya.

(Baca juga: Gereja Pecat Pelaku Penembakan Spa yang Tewaskan 8 Orang dari Keanggotaan)

Pidatonya ini muncul ketika Italia berduka atas kematian "semua korban" dari kejahatan terorganisir.

Seruan keras Paus untuk menindak kejahatan datang setelah Interpol mengeluarkan peringatan global pada Desember tahun lalu yang memperingatkan jaringan kriminal terorganisir menargetkan vaksin virus corona.

Polisi Italia mengklaim klan kejahatan menggunakan pandemi Covid-19 untuk menawarkan pinjaman keluarga yang sulit dijangkau untuk membeli makanan, yang membuat mereka mengalami kehancuran finansial.

Polisi mengatakan lintah darat juga menalangi bisnis yang dilanda pandemi Covid-19 dan kemudian menuntut suku bunga selangit.

(Baca juga: Perkosa Wanita Beramai-ramai, Pengadilan Hukum Mati Dua Pria)

Sementara itu, polisi Afrika Selatan (Afsel) menggemakan peringatan itu pada Maret ini setelah petugas menyita ratusan vaksin palsu dan menangkap empat tersangka.

Diketahui, kelompok ‘Ndrangheta yang berbasis di Calabria Italia telah mengambil alih Cosa Nostra dari Sisilia sebagai kelompok kejahatan yang paling ditakuti di negara itu dalam beberapa tahun terakhir.

Polisi mengatakan kelompok itu menghasilkan sebagian besar uang mereka dari perdagangan narkoba.

Saat ini ‘Ndrangheta diyakini beroperasi di seluruh dunia, memandang diri mereka sebagai kelompok religius, seperti kelompok pemujaan, meminta bantuan para santo dan menggunakan patung atau patung religius dalam upacara inisiasi.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini