Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Demokrat Kubu Moeldoko: Jika Yakin Menang, Kenapa SBY dan AHY Panik dan Grasa-grusu

Rakhmatulloh , Jurnalis-Selasa, 23 Maret 2021 |09:55 WIB
Demokrat Kubu Moeldoko: Jika Yakin Menang, Kenapa SBY dan AHY Panik dan Grasa-grusu
Demokrat kubu SYB dan AHY.(Foto:Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Juru Bicara Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB), Muhammad Rahmad menanggapi pernyataan kubu Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang yakin kubu KLB tak akan bisa melengkapi dokumen dan berkas yang diminta Kemenkumham.

"Jika yakin menang, kenapa SBY dan AHY grasa-grusu dan panik tujuh keliling? Lalu, kenapa harus menghalalkan segala cara untuk mempengaruhi semua pihak?. Kenapa harus merekrut orang orang yg berseberangan dengan pemerintah, dan berusaha terus menekan-nekan pemerintahan Jokowi?" ujarnya, Selasa (23/3/2021).

Menurut Rahmad, dari cara-cara yang dilakukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan AHY, publik sebetulnya sudah mengetahui bahwa pengaruh politik SBY dan AHY akan segera berakhir. Tak ada satupun sahabat SBY yang mau membela otokrasi dan keluargaisme SBY di Partai Demokrat, kecuali hanya orang orang yang tidak paham sejarah atau orang-orang yang anti demokrasi.

Baca Juga: Demokrat Kubu Moeldoko Dinilai Sulit Lengkapi Dokumen KLB dari Segi Hukum dan Adiministrasi

"Pertama dalam sejarah politik dunia, lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif partai dipegang oleh satu orang, yakni SBY sebagai Ketua Majelis Tinggi," beber dia.

Baca Juga: Ini Faktor yang Bikin Pemerintah Dilematis Hadapi Dualisme Kepengurusan Partai Demokrat

Selain itu, Rahmad menilai, publik juga sudah mengetahui bahwa SBY mahir mengolah kata-kata simpati tapi miskin implementasi. Baginya, SBY adalah suri tauladan pelanggar etika politik. "Pengkhianatan SBY kepada Presiden Megawati telah dicatat sejarah," ucap Rahmad.

Lebih lanjut Rahmad juga menilai, publik juga sudah mengetahui bahwa SBY dan AHY pura-pura demokratis dan pura-pura pecinta demokrasi, tetapi dalam prakteknya adalah sosok otoriter dan otokrasi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement