Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemerintah Ingatkan Ancaman Radikalisme & Intoleransi Melalui Medsos

Okto Rizki Alpino , Jurnalis-Sabtu, 27 Maret 2021 |01:41 WIB
Pemerintah Ingatkan Ancaman Radikalisme & Intoleransi Melalui Medsos
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
A
A
A

JAKARTA - Di era industri digital 4.0, perkembangan teknologi di Indonesia membuat peredaran jumlah handphone lebih banyak daripada jumlah penduduk. Alat komunikasi ini juga digunakan untuk berinteraksi di media sosial (medsos).

Pemerintah mengingatkan ancaman radikalisme dan intoleransi melalui konten-konten di media sosial (medsos). 

"Kita keliling Indonesia, melakukan deteksi terhadap kelompok-kelompok yang diduga menyebarkan paham radikalisme. Kelompok-kelompok ini berproses, mulai dari doktrin radikalisme kemudian berperilaku intoleran, kemudian bisa berujung ke aksi terorisme. Ini yang selalu kita monitor dan awasi lewat berbagai operasi," ujar Direktur Perlindungan Badan Nasional Penanganan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol Herwan Chaidir dalam keterangannya di dialog Teras Negeriku berjudul 'Ancaman Radikalisme dan Pencegahannya', Sabtu (27/3/2021).

Direktur Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum, dan Keamanan Kominfo Bambang Gunawan mengimbau agar masyarakat berhati-hati dengan konten-konten negatif, seperti radikalisme di medsos. Doktrin radikalisme dan intoleransi telah beredar luas di dunia maya.

Baca juga: Kepala BNPT: Cegah Paham Radikal Harus Libatkan Semua Pihak

“Banyak orang terpapar radikalisme itu lewat HP, tidak lagi secara fisik di perkumpulan-perkumpulan. Banyak portal-portal yang isinya konten-konten negatif, menyebarkan radikalisme dan intoleransi,” ujar Bambang.

Baca juga: Kepala BNPT: Selama Pendemi Covid-19 Tren Potensi Radikalisme Menurun

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement