Share

Digempur Alutsista Modern, Pusdikkav Pertahankan Tradisi Pasukan Berkuda

Komaruddin Bagja, Sindonews · Sabtu 27 Maret 2021 03:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 27 525 2384834 digempur-alutsista-modern-pusdikkav-pertahankan-tradisi-pasukan-berkuda-C5V1dQdhiX.jpg Pasukan kavaleri berkuda (Foto: Komaruddin Bagja)

PADALARANG - Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikkav) tetap mempertahankan tradisi pasukan berkuda kendati saat ini gempuran alat utama sistem pertahanan (alutsista) modern tak bisa dihindarkan.

Komandan Pusdikkav Pussenkav Brigjen TNI Taufik Budi Santoso mengatakan, prajurit kavaleri pada awalnya terbentuk mulai dari pasukan berkuda.

"Bahwa sejarah kavaleri terbentuk dulu itu dimulai dari pasukan berkuda sehingga kita masih menjaga itu dan saya yakin ke depan pada beberapa momen kuda ini masih akan sangat dibutuhkan," ujar Taufik, Sabtu (27/3/2021).

Menurutnya, tidak semua medan di Indonesia ini bisa didatangi dengan tank atau kendaraan tempur lainnya, sehingga keberadaan pasukan berkuda bisa membantu jika diperlukan nantinya.

Baca juga: Tinjau Pabrik Alutsista, Prabowo Ingin Pastikan Kapasitas Industri Pertahanan Domestik

"Sehingga apa yang kita punya ini tetap akan kira pertahankan dan semua jenis pendidikan itu harus melalui pelatihan berkuda, selain kita menjaga sejarah yang kita miliki itu," ujarnya.

Baca juga: Perkuat Daya Saing, Industri Pertahanan Akan Dibuat Holding

Taufik menjelaskan, pendidikan yang harus dilalui di Pusdikkav mulai bintara, tamtama, hingga perwira harus melalui pendidikan menunggangi kuda.

"Semuanya harus. Karena tidak mungkin tiba-tiba bisa jago nunggang kuda. Ada tahapan-tahapannya. Dan untuk kudanya sendiri kita juga melatih kuda-kuda yang dijadikan kuda militer. Ada klasifikasinya dan itu harus melalui tahapan, remonte istilahnya. Remonte dasar sampai dengan remonte lanjuta," lanjut dia.

"Kuda tidak lulus ya nanti diulang lagi di tahapan berikutnya. Karena sebelum dipakai sebagai kuda militer mereka harus benar-benar diyakinkan bahwa kuda ini benar-benar bisa dikendalikan dan bisa mendukung tugas," tambahnya.

Tak hanya mendidik manusia, kata Taufik, Pusdikkav pun mengajarkan kuda-kuda pilihan untuk kebutuhan militer. Dia menambahkan, saat ini kuda yang dimiliki TNI AD berasal dari luar mulai Australia, negara-negara Arab, hingga Pakistan.

"Kuda militer harus memilki klasifikasi dari mereka harus bisa berenang, tidak takut dengan api, tidak takut dengan letusan, bisa tiarap bareng-bareng dengan penunggangnya untuk melindungi kuda dan penunggangnya. Dan mereka harus pahak bahwa daerah yang dihadapi bukan daerah yang aman-aman saja," tukasnya.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini