Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Survei Charta Politika: Mayoritas Responden Tak Setuju Moeldoko Jadi Ketum Demokrat

Dita Angga R , Jurnalis-Minggu, 28 Maret 2021 |21:20 WIB
Survei Charta Politika: Mayoritas Responden Tak Setuju Moeldoko Jadi Ketum Demokrat
Moeldoko (Foto: okezone)
A
A
A

JAKARTA - Hasil survei Charta Politika menunjukkan mayoritas responden mengetahui pergantian ketua umum Partai Demokrat melalui Kongres Luar Biasa (KLB) pada 5 Maret lalu. Survei tersebut dilakukan dengan metode wawancara telepon terhadap 1200 responden yang dipilih secara acak pada 20 sampai dengan 24 Maret 2021.Sementara Margin of error survei diperkirakan +/- 2.83%

“Ada 51.9% menyatakan tahu adanya pergantian Ketua Umum Partai Demokrat melalui KLB. Lalu 23,1% menyatakan tidak tahu. Sisanya 25% tidak tahu/tidak jawab,” kata Direktur Eksekutif Charta Politica Yunarto Wijaya, Minggu (28/3/2021).

Pada survei tersebut ditanyakan juga soal sikap respons terkait terpilihnya Kepala Staf Presiden (KSP) Moledoko sebagai ketua umum partai. Yunarto menyebut secara umum responden menyebut bahwa tidak setuju dengan adanya hal tersebut.

“Pada responden yang mengetahui penggantian Ketua Umum Partai Demokrat, 37.6% menyatakan tidak setuju dengan penunjukan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Sementara 18,1% mmenyatakan setuju. Dan sebetulnya lebih banyak yang tidak merespon yakni 44,3% tidak tahu/tidak jawab,” paparnya.

Baca Juga: Survei Indometer: 70% Publik Tetap Puas dengan Kinerja Jokowi

Lebih lanjut, dia mengatakan mayoritas respon menyatakan bahwa polemik ketua umum Partai Demokrat tidak ada kaitannya dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Pada responden yang mengetahui pergantian Ketua Umum Partai Demokrat, mayoritas 51.3% menyatakan tidak terlibat. Ada 15,7% menyatakan terlibat. Dan 33,1 % tidak tahu/tidak jawab,” ungkapnya.

Menurutnya respons ini merupakan hal yang baik bagi pemerintah saat ini emskipun ada sosok pejabat pemerintah dalam konflik kepemipinan di Demokrat. Namun dia mengatakan bahwa penyikapan Presiden Jokowi juga berpengaruh pada pandangan masyarakat apakah pemerintah terlibat atau tidak.

“Tapi penyikapan ke depan, apakah Pak Jokowi akan diam saja atau melakukan sebuah tindakan politik yang lain terkait sosok Kepala KSP yang terlibat, saya pikir ini berpengaruh (pada pandangan) pemerintah terlibat dan tidak,” pungkasnya.

Baca Juga: Andi Arief: Pak Moeldoko Sudah Pasang Kuda-Kuda Mau Cuci Tangan

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement