Peringati Earth Hour, Kota-kota di Seluruh Dunia Padamkan Lampu

Agregasi VOA, · Senin 29 Maret 2021 05:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 29 18 2385633 peringati-earth-hour-kota-kota-di-seluruh-dunia-padamkan-lampu-D2tFGU8CM5.jpg Earth Hour (Foto: AFP)

LONDON - Kota-kota di seluruh dunia memadamkan lampu pada Sabtu (27/3) untuk memperingati Earth Hour atau Jam Bumi. Peringatan tahun ini menandai kaitan antara kerusakan alam dan meningkatnya wabah penyakit seperti Covid-19.

Di London, Gedung Parlemen, Kincir ria London Eye, gedung pencakar langit Shard dan lampu neon di Piccadilly Circus ikut memadamkan lampu selama sejam dari pukul 20.30 waktu setempat.

"Ini memperlihatkan komitmen kami untuk meningkatkan kesinambungan dan bahwa kami memainkan peranan kami dalam mengurangi konsumsi energi,โ€ terang Lindsay Hoyle, Ketua Parlemen Inggris House of Commons.

Di Paris, ketiga bagian Menara Eiffel padam secara bertahap. Namun, tak banyak orang yang menyaksikannya, karena pemberlakun jam malam di negara itu mulai pukul 19.00 untuk meredam pandemi Covid-19.

Menara raksasa itu ditutup untuk umum sejak 30 Oktober tahun lalu karena pandemi.

(Baca juga: Gedung Apartemen Ambruk, Korban Tewas Bertambah Jadi 18 Orang)

Di Roma, lampu padam di Colosseum yang berusia 2.000 tahun. Sementara polisi yang menegakkan pembatasan sosial terkait virus corona, memeriksa surat-surat sekelompok kecil warga yang menyaksikannya.

Setelah Eropa, Earth Hour bergerak ke benua Amerika. Gedung Empire State di New York, Obelisk di Buenos Aires dan Museum of Tomorrow di Rio termasuk bangunan terkenal yang memadamkan lampu.

Sedangkan Asia mengawali peringatan itu dengan memadamkan lampu pada malam hari dari Singapura hingga Hong Kong, demikian pula Gedung Opera di Sydney.

Untuk peringatan Earth Hour tahun ini, para penyelenggara mengatakan mereka ingin menekankan hubungan antara kerusakan alam dan meningkatnya kemunculan penyakit-penyakit seperti Covid-19. Kondisi ini memicu penularan dari hewan-hewan ke manusia.

(Baca juga: Upacara Pemakaman Korban Demo Anti-kudeta, Militer Myanmar Lepaskan Tembakan)

Para pakar percaya aktivitas manusia, seperti penebangan hutan yang meluas, perusakan habitat hewan-hewan, dan perubahan iklim makin mempercepat kondisi penularan tersebut. Mereka memperingatkan akan lebih banyak lagi pandemi di masa depan bila tidak mengambil tindakan.

โ€œApakah itu penurunan pada (hewan-hewan) penyerbuk, lebih sedikit ikan di lautan dan sungai-sungai, hilangnya hutan-hutan, atau kehilangan keanekaragaman hayati yang lebih luas, bukti-bukti makin banyak bahwa alam sedang terjun bebas,โ€ kata Marco Lambertini, direktur jenderal lembaga swadaya masyarakat (LSM), World Wide Fund for Nature (WWF), yang mengorganisasi Earth Hour.

โ€œDan ini karena cara kita menjalani kehidupan dan perekonomian kita. Melindungi alam adalah tanggung jawab moral, tapi kehilangan alam juga meningkatkan kerentanan kita terhadap pandemi, mempercepat perubahan iklim, dan mengancam ketahanan pangan kita,โ€ imbuhnya.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini