Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sosrokartono, Guru Bung Karno yang Kuasai 24 Bahasa dan Wartawan Perang Dunia I

Doddy Handoko , Jurnalis-Rabu, 31 Maret 2021 |06:22 WIB
Sosrokartono, Guru Bung Karno yang Kuasai 24 Bahasa dan Wartawan Perang Dunia I
Makam Sosrokartono. (Foto : Doddy Handoko)
A
A
A

PRESIDEN Sukarno atau Bung Karno pernah mengatakan di dalam buku biografinya "Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat" yang ditulis Cindy Adams, Raden Mas Panji Sosrokartono adalah sahabatnya, sebagai seorang tokoh kebatinan yang dihormati di Bandung.

Ajudan Bung Karno, Maulwi Sailan menyatakan, Soekarno memiliki dua guru yang memberikan kekuatan mental spiritual hingga ia sangat kuat. Dua guru itu adalah Raden Mas Panji Sosrokartono dan Abdurrahman dari Petojo Selatan, Jakarta.

"Panji Sosrokartono juga merupakan salah salah satu dari empat orang yang dikunjungi Ir Soekarno menjelang kemerdekaan bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 yang dikenal sebagai ulama tasawuf yang mukasyafah atau terbuka mata batinnya," ujar Hadi Priyanto, penulis buku" Drs RMP Sosrokartono, Biografi dan Ajaran-ajarannya."

Hadi menuliskan, Soekarno juga menceritakan Panji Sosrokartono saat ia sedang menghadapi keputusan pengadilan. Pada malam sebelum dibacakan vonis oleh hakim, enam orang pembela Bung Karno telah menemui Panji Sosrokartono yang diketahui oleh mereka sebagai sahabat Bung Karno dan sekaligus guru spiritualnya.

Harapannya pada persidangan esok harinya, Ir Soekarno dinyatakan bebas atau mendapatkan hukuman ringan. Mereka yang menemui Panji Sosrokartono adalah Mr Sartono, Mr Sastro Moelyono, Mr Lukman Wiriadinata, Mr R Idih Prawiradiputera (Paguyuban Pasundan), Mr Iskaq Cokrohadisurya (PNI) dan Mr Suyudi.

Kisah ini dituturkan kembali oleh Soekarno dalam buku "Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat" karya Cindy Adams.

Ir Soekarno menuturkan kisah ini, “Pada malam menjelang putusan hakim itu dibacakan, enam orang kawan pergi ke rumah Dokter Sosrokartono, seorang tokoh kebatinan yang sangat dihormati di Bandung. Sebagaimana kemudian diceriterakan kepadaku, keenam orang itu ingin menenangkan pikiran dan meski hari sudah lewat tengah malam.

Mereka datang juga ke rumah Dokter Sosrokartono, tanpa memberi tahu terlebih dahulu. Seorang pembantu yang membukakan pintu memberi tahu mereka, 'Pak Dokter sudah menunggu-nunggu' dan mengiringkan mereka ke ruang dalam, di mana enam buah kursi telah disusun dalam posisi setengah melingkar. Kawan-kawanku itu tentu saja heran.

Tanpa lebih dulu bertanya tentang maksud kedatangan mereka, tokoh kebatinan itu hanya mengucap tiga buah kalimat. Soekarno adalah seorang satria. Pejuang seperti satria boleh saja tersungkur, tetapi ia akan bangkit kembali. Waktunya tidak lama lagi,”

Baca Juga : Kisah Tulisan Terakhir Fatmawati, "Tjintamu Menjiwai Rakyat, Tjinta Fat" saat Bung Karno Meninggal

Esok harinya Bung Karno dijatuhi hukuman empat tahun penjara oleh hakim Siegenbeek van Heukelom. Ia dihukum paling berat. Sedangkan ketiga teman Bung Karno diganjar hukuman masing-masing dua tahun.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement