JAKARTA - Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Maxi Reni Rondonuwu mengatakan, dari total sasaran sebanyak 21,6 juta lansia, per tanggal 30 Maret 2021 jumlah lansia yang telah disuntik vaksin baru sekitar 1,5 juta orang.
Maxi menjelaskan, salah satu hal yang menjadi kendala masih rendahnya cakupan vaksinasi bagi lansia adalah kemudahan akses ke lokasi vaksinasi. Dengan fisik yang sudah mulai menurun, lansia membutuhkan tempat vaksinasi yang mudah dekat dan mudah dijangkau. Untuk itu, butuh komitmen dari Pemda untuk tidak hanya fokus pada penyediaan lokasi vaksinasi di pusat kota, namun juga tingkat kecamatan bahkan desa.
“Persoalannya ada pada komitmen dari Pemda terutama untuk membantu akses lansia untuk datang ke tempat vaksinasi. Kalau di kota besar ada sentra-sentra vaksinasi, tetapi harus dilihat juga kegiatan vaksinasi di kecamatan maupun pedesaan, ini yang harus diperhatikan oleh Pemerintah Daerah,” kata Maxi, Selasa (30/3/2021).
Baca juga: Satgas Covid-19 Minta Masyarakat Segera Lapor Jika Alami Efek Samping Usai Divaksin
Kemudahan akses dan kepercayaan masyarakat mengikuti vaksinasi, turut menjadi perhatian pemerintah. Sebab, ada kecenderungan para anak-anak lansia ini khawatir mengikutsertakan orang tua mereka vaksinasi karena takut akan keamanan dan efektivitas vaksin.
“Di DKI sudah datang door to door ke apartemen, tetapi ketika datang hanya 25 persen saja yang mau. Kebanyakan di proteksi oleh anak-anaknya, oleh karenanya ketakutan yang muncul ini sepertinya kita perlu untuk terus melakukan sosialisasi,” terangnya.
Baca juga: Usai Divaksin, Kasatlantas Polres Madina Dinyatakan Positif Covid-19
Terkait dengan efek samping, Ketua ITAGI Sri Rezeki S Hadinegoro menekankan kepada masyarakat agar tidak perlu khawatir bahkan ketakutan. Karena sejauh pelaksanaan vaksinasi Covid-19, kelompok lansia justru memiliki KIPI atau efek samping yang sangat rendah.
“Efek samping kedua vaksin ini (Sinovac dan AstraZeneca) cukup ringan, tidak ada yang masuk RS atau sampai meninggal. KIPI pada lansia ini justru sangat sangat sedikit dibandingkan yang dewasa/muda,” kata Ketua ITAGI, Sri Rezeki.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.