Prahara Demokrat, AHY Bantah untuk Dongkrak Elektabilitas Partai

Lukman Hakim, Koran SI · Senin 05 April 2021 23:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 05 519 2389882 prahara-demokrat-ahy-bantah-untuk-dongkrak-elektabilitas-partai-GIdMJhXPS4.jpg Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (Foto: Lukman Hakim)

SURABAYA – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau akrab disapa AHY menyebut, elektabilitas Partai Demokrat semakin baik dari waktu ke waktu. Hal itu berkat kerja keras para kader, utamanya di Jawa Timur (Jatim).

Dalam survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), jika pemilihan legislatif di gelar bulan Maret ini, Partai Demokrat memperoleh elektabilitas 7,7%. Hasil tersebut menempatkan partai berlambang bintang mercy itu pada posisi keempat pada survei yang dilakukan terhadap 1.220 responden selama 28 Februari-8 Maret 2021.

“Sejumlah lembaga survei menempatkan kami pada peringkat tiga atau empat. Dari posisi awalnya enam atau tujuh,” kata Ketua Umum Partai Demokrat, AHY saat pertemuan dengan pengurus DPD dan DPC Partai Demokrat se-Jatim di Prigen, Pasuruan, Senin (5/4/2021).

Baca Juga:  Soal Pembangkang, AHY: Kami Memaafkan, Tapi Tak Bisa Dilupakan

AHY membantah bahwa, prahara yang melanda partai yang dipimpinnya dalam dua bulan terakhir itu merupakan bagian dari strategi untuk mendongkrak elektabilitas Partai Demokrat. “Kami tentu tidak punya maksud lain. Tidak ada demi meningkatkan elektabilitas kami cari sendiri panggung-panggung yang sebetulnya tidak perlu. Jadi apa yang kami lakukan selama dua bulan ini benar-benar murni untuk menyelamatkan partai. Tidak terpikir untuk menaikkan elektabilitas,” imbuhnya.

Diketahui, survei SMRC menempatkan PDIP mendominasi dukungan dengan elektabilitas 24,9%. Disusul Partai Golkar dan Partai Gerindra ada di urutan kedua dan ketiga yang sama-sama memiliki elektabilitas 11,6%. Peringkat kelima adalah PKB dengan elektabilitas 7,5%, PKS 5,2% dan Partai Nasdem 4,1%. Kemudian, PAN menyusul dengan elektabilitas 2,5%, PPP 2,7%.

Baca Juga:  Pemerintah Tolak KLB Demokrat, SBY-AHY Disarankan Minta Maaf ke Jokowi

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini