Ridwan Kamil: Jabar Rumah Bersama Umat Beragama

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Rabu 07 April 2021 12:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 07 525 2390757 ridwan-kamil-jabar-rumah-bersama-umat-beragama-1DmpTHZMzE.jpg Foto: Humas Pemprov Jabar

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil bertemu dengan tokoh lintas agama dalam Dialog Tokoh Lintas Agama se-Jabar yang digelar secara virtual di Kota Bandung. Dia mengapresiasi forum dialog tersebut dan minta kegiatan itu rutin dilakukan.

(Baca juga: Panglima TNI: Latsitarda Nusantara Momentum Taruna Bangun Sinergi TNI-Polri)

"Pada dasarnya, mereka yang tidak mau berdialog tidak bisa memahami perspektif berbeda terhadap suatu masalah," ujar Ridwan Kamil keterangannya, Rabu (7/4/2021).

"Saya titip agar rajin mendiskusikan antara mereka- mereka yang berbeda. Jangan selalu berdiskusi dengan mereka-mereka yang sama," sambungnya.

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengajak, forum berani mendiskusikan sesuatu yang bersifat sensitif, agar tidak ada kesalahpahaman.

(Baca juga: Terkuak! Ini Asal Muasal Hubungan Era Sierra dengan Bos BUMN)

"Harus berani mendiskusikan hal-hal yang sensitif ya jangan dipendam karena hal sensitif itulah yang akhirnya tidak masuk ke dalam kepemahaman mereka yang berdialog," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, dia berkomitmen untuk menjadikan Jabar sebagai rumah bersama semua umat beragama, salah satunya dengan mempermudah perizinan rumah ibadah.

"Saya juga terus berupaya sebagai gubernur menjadikan Jawa Barat sebagai rumah bersama semua umat beragama. Perizinan-perizinan rumah ibadah terus kita permudah tidak boleh dipersulit," katanya.

Dia juga akan memberikan keadilan kepada semua umat beragama di Jabar dengan menempatkan segala sesuatu sesuai dengan komposisi.

"Kami akan memberikan keadilan kepada semua umat beragama di Indonesia, khususnya di Jawa Barat. Keadilan itu bukan sama rata. Dalam keyakinan saya, keadilan itu adalah menempatkan segala sesuatu sesuai dengan takarannya. Semua difasilitasi tapi persentasenya berbeda-beda," jelasnya.

Jadi, kata dia, kalau ada dana-dana dari Pemda Provinsi Jabar, semua umat beragama dapat mengakes. Namun jika, ada satu golongan lebih tinggi, semata-mata karena proporsional dari jumlah penganut agama tersebut.

"Itulah yang kita sebut dengan definisi adil, tidak selalu sama rata tetapi memberikan sesuai dengan ukuran dan takarannya masing-masing," katanya.

Kang Emil menambahkan, di era digital saat ini, seluruh umat beragama harus mewaspadai pengaruh negatif, seperti ekstrimisme dan radikalisme yang mudah ditemukan di media sosial.

"Oleh karena itu kita harus lindungi jamaah. Kita lindungi umat kita dari kelompok-kelompok di media sosial yang menarasikan bahwa perbedaan bukan rahmat tapi perbedaan itu kebencian. Itu yang harus kita lawan, itu yang harus secara sistematis kita kuasai," tegasnya.

Dia pun berharap, Kantor Kementerian Agama Jabar dapat membimbing warga dan mengelola keberagaman serta toleransi di Tanah Pasundan.

"Kita buktikan bahwa menjadi provinsi yang jumlah penduduknya terbesar tapi juga menjadi provinsi paling baik dalam mengelola keberagaman, mengelola toleransi, dan lain sebagainya,"pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini