Pacu Daya Saing Batam, Infrastruktur Jadi Prioritas Pembangunan BP Batam 2021

Agustina Wulandari , Okezone · Kamis 08 April 2021 07:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 08 1 2391189 pacu-daya-saing-batam-infrastruktur-jadi-prioritas-pembangunan-bp-batam-2021-3X2ZduDcvB.jpg Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Muhammad Rudi (Foto: Dok.BP Batam)

Usai pandemi Covid-19 melanda dan berdampak pada seluruh aspek ekonomi, BP Batam segera bergegas merangsang pertumbuhan ekonomi Batam. Guna memicu daya saing Batam, pembangunan dan pembenahan sektor infrastruktur menjadi salah satu fokus utama BP Batam di bawah kepemimpinan Muhammad Rudi.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan, infrastruktur perlu terus dibangun untuk menggerakan ekonomi masyarakat dan menjadikan Batam berdaya saing sebagai kota tujuan investasi.

Sejumlah agenda prioritas pada 2021 telah dirancang, seperti pengembangan dan pembangunan jaringan jalan, penyiapan integrasi KEK Kesehatan Sekupang, pengembangan Bandara Hang Nadim sebagai hub logistik nasional, membangun Batam sebagai platform ekosistem logistik melalui Batam Logistic Ecosystem (BLE), hingga mereformasi perizinan online yang semakin mudah.

“Untuk mempercepat ekonomi, maka pertama yang dilakukan BP Batam dan Pemerintah Daerah saat ini adalah dengan meningkatkan infrastrukturnya, utamanya adalah jalan-jalan utama,” kata Muhammad Rudi di Batam Centre.

Pengembangan dan Pembangunan Jaringan Jalan

BP Batam telah menyiapkan anggaran dan perencanaan untuk pembangunan jalan. Saat ini pembangunan tengah dilakukan sepanjang 8,5 kilometer di tiga ruas jalan, yaitu Jalan Lumba-lumba Lengan Simpang Pelabuhan Batu Ampar sampai Jalan Yos Sudarso Batu Ampar, Dermaga Selatan Pelabuhan Logistik Batu Ampar, dan Jalan Kolektor Bundaran Madani hingga Bengkong Sadai.

Rudi mengatakan, saat ini sudah mulai dikerjakan pelebaran jalan dari Simpang Taiwan menuju Simpang Batubesar. Kemudian, nantinya juga akan dilanjutkan pelebaran dari Simpang Batu Besar menuju Mapolda Kepri, kemudian penataan jalan di Kawasan Batam Center dimulai dari Simpang Bank Indonesia menuju Bundaran BP Batam dan Simpang Hotel 01, serta pembangunan flyover kedua yang akan menghubungkan Batu Ampar hingga Simpang Kabil.

Penyiapan KEK Kesehatan Sekupang Terintegrasi

Untuk mendukung Rumah Sakit BP Batam Sekupang yang tidak lama lagi akan menjadi KEK Kesehatan di Kota Batam, BP Batam melakukan kegiatan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Penataan Taman Kolam Sekupang Tahap 2, Pembangunan Jalur Sepeda Jalan RE Martadinata Batam Tahap 2 dan Pembangunan Taman Rusa Tahap 3, pada Jumat (2/4/2021). Total nilai kontrak ketiga fasilitas tersebut adalah lebih dari Rp24 miliar.

Muhammad Rudi menyebutkan, Pembangunan ketiga fasilitas tersebut dilaksanakan guna mendukung kelancaran investasi di Batam sekaligus menjadi fasilitas pendukung KEK Kesehatan Sekupang.

KEK Kesehatan akan terintegrasi dengan Healing Garden atau Taman Penyembuhan dan destinasi wisata hijau dimulai dari Kawasan Taman Kolam Sekupang (23,5 Ha), Pembangunan Jalur Sepeda Jalan RE Martadinata sepanjang 2,7 kilometer dengan lebar 3,5 meter, dan Taman Rusa Sekupang (12,2 Ha).

Selain itu, upaya yang dilakukan untuk mendukung KEK Kesehatan tersebut, dikatakan Muhammad Rudi, antara lain melakukan peningkatan penambahan SDM dan pengadaan peralatan kesehatan yang modern.

“Kita bisa merekrut tenaga kesehatan dari luar Batam, tentu didukung fasilitas yang baik juga. Mudah-mudahan, kalau izin KEK tahun ini selesai, dalam dua tahun ke depan rumah sakit kita akan semakin sempurna,” ujarnya.

Pengembangan Bandara Hang Nadim sebagai Hub Logistik Nasional dan Pembenahan Ekositem Logistik di Pelabuhan

Pengembangan Bandara Hang Nadim Batam akan dimulai pada November 2021, usai ditetapkan mitra pemenang ditetapkan, yakni Konsorsium Angkasa Pura I dengan Incheon International Airport Corporation (IIAC), dan PT Wijaya Karya (persero) Tbk., atau disebut Konsorsium Angkasa Pura Airports. Pemenang lelang ini akan melaksanakan perbaikan terminal 1, pembangunan terminal 2, serta mengoperasikan fasilitas runway dan Gedung kargo dengan total investasi mencapai Rp6,8 triliun.

Potensi Bandara Hang Nadim Batam menjadi hub atau pusat logistik dan kargo ini didasarkan atas keunggulan kompetitif di regional Asia Tenggara, berdampingan dengan pelabuhan kargo dan kawasan industri, serta memiliki runway terpanjang di Indonesia, yakni 4.025 meter.

Berikutnya, untuk bisa menarik investasi, pelayanan dan perbaikan prosedur birokrasi termasuk ekosistem logistik menjadi sangat penting.

Muhammad Rudi, menyambut baik peresmian Batam Logistic Ecosystem yang telah diluncurkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kamis, 18 Maret 2021.

Dengan diresmikannya platform single entry yang merupakan bagian dari National Logistic Ecosystem (NLE) ini maka Auto Gate System di Pelabuhan Batu Ampar yang dikelola oleh BP Batam terintegrasi dengan TPS (Tempat Penimbunan Sementara) Online milik Bea Cukai Batam resmi beroperasi.

Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing Batam, untuk akselerasi pemulihan ekonomi, perbaikan lingkungan bisnis dan cipta kerja, serta memudahkan koordinasi antar pihak terkait menjadi jauh lebih mudah, transparan, dan memberi kepastian pelayanan kegiatan ekspor impor di Batam menjadi jauh lebih baik.

Perizinan Online yang Semakin Mudah

Untuk mempercepat pelayanan perizinan, khususnya perizinan yang dikeluarkan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam, seluruh pelayanan perizinan di BP Batam nantinya akan diselesaikan cukup di level Direktur saja, dalam hal ini, Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan tidak memerlukan persetujuan lagi di tingkat Anggota Bidang atau Deputi Kepala BP Batam.

Dalam waktu yang singkat, BP Batam sudah melakukan persiapan untuk perubahan besar ke depan, dan akan memberikan pelayanan yang lebih sederhana, cepat dan mengurangi birokrasi yang tidak perlu. CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini