Pengrajin Dekorasi Ramadhan di Palestina, Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

Agregasi VOA, · Sabtu 10 April 2021 07:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 10 18 2392355 pengrajin-dekorasi-ramadhan-di-palestina-bertahan-di-tengah-pandemi-covid-19-0Ql2gpmPuB.jpg Pengrajin dekorasi Ramadhan di Palestina (Foto: AFP)

PALESTINA - Menjelang dan pada saat Ramadhan, seorang perempuan pengrajin Palestina giat membuat dan menjual dekorasi Ramadhan ikonik yang biasanya diimpor dari Mesir. Kesibukannya itu memberi keluarganya sumber pendapatan di tengah krisis ekonomi di Gaza dan pandemi virus corona yang berkepanjangan.

Hanan al-Madhoon tak bisa menyembunyikan kegembiraannya karena bulan suci Ramadan yang sangat dinanti-nantikannya akhirnya tiba.

"Saya menunggu Ramadan seperti anak kecil, saya suka dekorasinya, saya suka pernak-pernik yang digunakan selama Ramadan. Pernak-pernik itu memotivasi saya untuk mengembangkan karya saya dan memunculkan ide-ide baru yang belum ada di sini," jelasnya.

Ruang tamu pengrajin perempuan yang tinggal di Gaza ini luar biasa meriah. Di ruang itu, berjejer sejumlah lentera dan boneka warna-warni hasil buatannya, yang dibantu oleh anak-anak perempuannya.

Madhoon, 36, membuat lentera tradisional, yang disebut "fanous" yang digunakan sebagai dekorasi untuk merayakan awal bulan suci Ramadan, di rumahnya di Kota Gaza pada 1 April 2021, menjelang bulan Ramadan, dan di tengah pandemi Covid-19.

(Baca juga: Para Pemimpin Dunia Sampaikan Ucapan Duka untuk Kepergian Pangeran Philip)

Ibu tiga anak ini mengatakan ia terinspirasi oleh dekorasi Ramadan ikonik yang diproduksi secara tradisional di Mesir. Ia kemudian memutuskan untuk memproduksi sendiri dan menjualnya secara lokal untuk memberi keluarganya pendapatan.

Madhoon mengatakan suaminya kehilangan pekerjaannya sebagai staf di sebuah gedung pernikahan karena lockdown yang diberlakukan sejak tahun lalu di tengah pandemi virus corona di Jalur Gaza.

"Saya berusaha semaksimal mungkin untuk mengetahui apa yang diinginkan orang-orang, dan ide-ide apa yang mereka butuhkan. Saya kemudian mengembangkan proyek ini dan mengerjakannya sendiri. Saya serius melakukannya karena, seperti saya katakan, itu satu-satunya sumber pendapatan keluarga kami," jelasnya.

(Baca juga: Pangeran Philip, Pria yang Dedikasikan Hidupnya agar Ratu Elizabeth II Bertakhta)

Tahun lalu, Madhoon hanya menjual 20 persen dekorasi yang dibuatnya. Penurunan ini terjadi akibat langkah-langkah yang diberlakukan pada 2020 untuk mengendalikan penyebaran virus corona.

Tahun ini, ia berharap dapat meningkatkan penjualannya hingga 70 persen. Tapi, ia khawatir jumlah kasus yang terus meningkat akan mendorong pemerintah mengambil tindakan-tindakan baru yang dapat menghalangi rencananya tersebut.

Madhoon mengatakan, karyanya tahun ini lebih bervariasi. “Tahun ini saya membuat berbagai kerajinan tangan, tidak hanya satu. Saya membuat boneka penjual manisan Arab yang biasa disebut kunafah dan qatayef yang merupakan salah satu dekorasi utama Ramadan di Mesir. Saya membuat gerobak kacang, yang juga merupakan bagian dari makanan utama di Mesir, sebuah pernik dekorasi yang memberikan kesan suasana Ramadan yang menyenangkan. Saya juga membuat meriam Ramadan dan semua orang tahu bahwa Mesir terkenal dengan meriam Ramadannya," paparnya.

Madhoon juga masih membuat lentera, yang dikenal dalam bahasa Arab sebagai "Fawanees". "Fawanees", dekorasi khas Mesir, biasanya diimpor ke Gaza dari Mesir dan China, tetapi beberapa warga Gaza seperti Madhoon, mulai membuatnya sendiri.

Jalur Gaza, seluas 375 km persegi, adalah tempat bermukim sekitar dua juta orang Palestina. Wilayah itu sudah bertahun-tahun di bawah blokade Israel, yang menurut warga Gaza tidak hanya melumpuhkan ekonomi mereka, tetapi juga merusak pembangunan fasilitas-fasilitas kesehatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini