'Waldeinsamkeit', Tradisi Kuno Menyendiri di Dalam Hutan

Agregasi BBC Indonesia, · Sabtu 10 April 2021 07:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 10 18 2392364 waldeinsamkeit-tradisi-kuno-menyendiri-di-dalam-hutan-YkDxbEsQ9h.jpg Ilustrasi sendiri di hutan (Foto: Dreamstime)

"Dalam penelitian kami baru-baru ini, para pengunjung mengatakan, mereka menemukan ketenangan, dan sejauh ini hal tersebut merupakan motivasi paling kuat untuk pergi ke hutan," kata peneliti Institut Hutan Eropa Jeanne-Lazya Roux.

"Studi baru lainnya yang sedang kami kerjakan menunjukkan bahwa ada kebangkitan kembali dalam memperlakukan hutan sebagai atribut spiritual mereka, atau mengembalikan nuansa spiritualnya hutan ini, sebagaimana kami menyebutnya,” lanjutnya.

Untuk orang awam, tidak ada pengenalan yang lebih baik dalam mengenali ideologi waldeinsamkeit selain berkunjung ke Black Forest.

Dengan luas sebesar 6.000 km persegi, hutan yang mencakup semua area di Baden-Württemberg hampir setengah ukuran Irlandia Utara, area pepohonan birch dan beechnya yang luas, kaya akan dongeng rakyat dan legenda pembuatan jam kukuk.

Seolah-olah muncul dari halaman cerita dongeng, bagian dari hutan Black Forest ini tebal dengan pepohonan, berisi jalur hutan yang luas yang terhubung ke dusun, puncak bukit, padang rumput tinggi, dan hanggar pinus, elm, dan ek Skotlandia.

Sungguh menyenangkan untuk bisa menemukan waktu untuk menyendiri; kehilangan diriku di hutan. Apakah ini kebebasan yang dicari oleh banyak orang Jerman?

Melalui sambungan telepon, Profesor Nikolaus Wegmann, seorang Jermanis dan sejarawan sastra di Universitas Princeton, mengatakan waldeinsamkeit divalidasi ulang karena orang-orang menyerap filosofi tersebut ke dalam kehidupan pascapandemi yang dialami.

Bahkan rata-rata orang Jerman akan kesulitan untuk mengidentifikasi asal muasal ide tersebut.

"Di satu tingkat, waldeinsamkeit adalah gabungan sederhana dari kata "hutan" (wald) dan "kesepian" (einsamkeit), tetapi di tingkat lain itu mewakili jiwa masyarakat Jerman yang lebih dalam," kata Wegmann, yang mengajar mata kuliah tentang sastra Jerman dan tradisinya, termasuk waldeinsamkeit.

"Saat ini, istilah tersebut memiliki arti baru karena virus corona: keterasingan dan kesepian hutan, berbeda dengan dunia kota, semakin menarik,” ujarnya.

Dengan memperhatikan bentang alam di negara Jerman, tidak sulit untuk mengetahui alasannya.

Dengan 90 miliar pohon, 76 spesies pohon, dan sekitar 1.215 spesies tumbuhan yang membentuk hutan-hutan di Jerman.

Luas area yang ditutupi tumbuhan dan pepohonan lebih dari 100.000 km persegi, yang setengahnya adalah milik negara, dan secara keseluruhan, 33% dari luas daratan negara adalah hutan.

Secara budaya, sangat jelas bahwa wilayah di Jerman terdapat sangat banyak pepohonan.

Dari dongeng Brothers Grimm, di mana hutan melambangkan dunia khayalan, hingga tulisan terbaru dari ahli kehutanan Jerman, Peter Wohlleben (yang menulis buku terlaris New York Times: The Hidden Life ofTrees: What They Feel, How They Communicate), kehidupan hutan hampir tak bisa dihindari.

"Konsep pergi ke hutan adalah bagian dari kehidupan sehari-hari bagi kami orang Jerman," ujarnya.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini