Yassin membantah dugaan bahwa "kota emas" yang hilang itu sebenarnya ditemukan oleh para arkeolog Prancis pada 1930-an. Dia menjelaskan bahwa situs yang ditemukan kembali itu terletak sangat jauh dari apa yang digali oleh seorang arkeolog Prancis pada 1936.
Pada Kamis (8/4/2021), Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir mengungkapkan kepada dunia kota yang telah terkubur di bawah pasir dekat kota modern Luxor selama lebih dari 3.000 tahun. Pemukiman kuno terbesar yang pernah ditemukan di Mesir ditemukan oleh tim yang dipimpin oleh arkeolog Zahi Hawass pada September.
Hawass mengatakan kepada Sputnik awal pekan ini bahwa dibutuhkan setidaknya 10 tahun untuk sepenuhnya menggali kota kuno itu, yang dijuluki The Rise of Aten itu.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.