Baru 30% Ditemukan, "Kota Emas" Mesir Baru Bisa Dikunjungi Setidaknya 3 Tahun Lagi

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 12 April 2021 14:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 12 18 2393262 baru-30-ditemukan-kota-emas-mesir-baru-bisa-dikunjungi-setidaknya-3-tahun-lagi-kZ6qFXHxlT.jpg Pemandangan dari Kota Emas berusia 3.000 tahun yang baru-baru ini ditemukan di Mesir. (Foto: Reuters)

KAIRO – Pejabat Mesir mengatakan bahwa “Kota Emas” berusia 3.000 tahun yang baru-baru ini ditemukan oleh ahli arkeologi setidaknya membutuhkan tiga tahun lagi sebelum bisa dibuka untuk wisatawan. Ini dikarenakan sejauh ini hanya 30 persen dari kota kuno yang hilang itu, yang telah ditemukan kembali.

"Saya percaya bahwa itu tidak akan terbuka untuk wisatawan dalam tiga musim arkeologi berikutnya (berlangsung dari September hingga Mei), karena tidak lebih dari 30 persen kota telah ditemukan. Penggalian akan berlanjut di musim-musim mendatang," kata Direktur Jenderal Barang Antik Tepi Barat di Luxor, Fathi Yassin kepada Sputnik.

BACA JUGA: Kota Emas yang Hilang Warisan Firaun 3.000 Tahun Lalu, Temuan Mesir Paling Penting Setelah Tutankhamun

Menurut arkeolog, temuan itu unik, karena memberikan wawasan tentang teknologi konstruksi dan perencanaan permukiman dan tempat tinggal di Mesir kuno.

“Segala sesuatu yang telah ditemukan memiliki nilai yang besar dan kembali ke masa pemerintahan Amenhotep III,” katanya. Amenhotep III adalah firaun kesembilan dari dinasti ke-18 yang terkenal, yang memerintah dari 1391 hingga 1353 SM.

BACA JUGA: Kota Kuno Ditemukan Terkubur di Bawah Pasir

“Oleh karena itu, pada musim-musim yang akan datang, kami mengharapkan adanya penemuan-penemuan baru di daerah-daerah tersebut, kemungkinan termasuk makam-makam,” tambah Yassin.

Arkeolog itu ingat bahwa Amenhotep III memerintah Mesir pada puncak kemakmurannya. Putra Amenhotep III, Amenhotep IV, yang dikenal sebagai Akhenaten, memindahkan ibu kota negara Mesir kuno ke Tell El-Amarna dan berusaha memperkenalkan kultus satu dewa matahari.

Yassin membantah dugaan bahwa "kota emas" yang hilang itu sebenarnya ditemukan oleh para arkeolog Prancis pada 1930-an. Dia menjelaskan bahwa situs yang ditemukan kembali itu terletak sangat jauh dari apa yang digali oleh seorang arkeolog Prancis pada 1936.

Pada Kamis (8/4/2021), Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir mengungkapkan kepada dunia kota yang telah terkubur di bawah pasir dekat kota modern Luxor selama lebih dari 3.000 tahun. Pemukiman kuno terbesar yang pernah ditemukan di Mesir ditemukan oleh tim yang dipimpin oleh arkeolog Zahi Hawass pada September.

Hawass mengatakan kepada Sputnik awal pekan ini bahwa dibutuhkan setidaknya 10 tahun untuk sepenuhnya menggali kota kuno itu, yang dijuluki The Rise of Aten itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini