Share

Kota Emas yang Hilang Warisan Firaun 3.000 Tahun Lalu, Temuan Mesir Paling Penting Setelah Tutankhamun

Agregasi BBC Indonesia, · Minggu 11 April 2021 05:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 11 18 2392686 kota-emas-yang-hilang-warisan-firaun-3-000-tahun-lalu-temuan-mesir-paling-penting-setelah-tutankhamun-iYImpoWv9C.jpg Kota emas yang hilang.(Foto:Reuters)

MESIR - Penemuan suatu kota kuno berusia 3.000 tahun yang terkubur di gurun pasir Mesir, dinilai sebagai salah satu temuan arkeologi terpenting sejak makam Tutankhamun ditemukan.

Ahli Mesir Kuno terkenal, Zahi Hawass, mengumumkan penemuan "kota emas yang hilang itu" di dekat Luxor pada Kamis (8/4/2021).

Baca Juga: Kota Besar Era Firaun yang Hilang Ribuan Tahun Ditemukan

Menurut dia, kota kuno dengan nama Aten itu adalah yang terpenting yang pernah ditemukan di Mesir. Kota hilang itu terungkap melalui penggalian yang dimulai pada September 2020.

Kota itu diduga merupakan peninggalan masa kekuasaan Amenhotep III, salah satu firaun paling kuat di Mesir, yang memerintah dari 1391 hingga 1353 Sebelum Masehi.

Baca Juga: 22 Mumi Kerajaan Mesir Kuno Diarak di Tengah Kota, Diwarnai Tembakan Meriam

Kota itu selanjutnya digunakan oleh Firaun Ay dan Tutankhamun, yang makamnya ditemukan di Lembah Para Raja oleh arkeolog Inggris Howard Carter pada 1922.

"Kota hilang ini merupakan penemuan arkeologi terpenting setelah makam Tutankhamun," kata Betsy Brian, profesor ilmu Sejarah Mesir di Universitas John Hopkins Baltimore, AS.

Bagi dia, kota itu akan "memberi kita gambaran yang langka tentang kehidupan orang Mesir kuno" pada saat kekaisaran itu berada di masa kejayaan Mesir.

Artefak berharga ditemukan di lokasi kota emas yang hilang, di dekat Lembah Para Raja Mesir. Penggalian itu mengungkap banyak penemuan arkeologi berharga seperti perhiasan, tembikar berwarna, jimat kumbang, dan batu bata lumpur bersegel Amenhotep III.

Tim arkeolog memulai penggalian di tepi barat Luxor dekat Lembah Para Raja, sejauh 500 kilometer dari sebelah selatan Ibu Kota Kairo.

"Dalam hitungan pekan, yang sangat mengejutkan tim, formasi batu bata lumpur mulai tampak di segala penjuru," kata Hawass.

Kini, tujuh bulan setelah dimulainya penggalian, beberapa wilayah atau lingkungan telah digali, termasuk tempat pembuatan roti, kompleks pemerintahan, wilayah hunian.

"Banyak delegasi-delegasi asing mencari kota ini dan gagal menemukannya," kata Hawass, yang juga mantan menteri urusan peninggalan purbakala Mesir.

Dia mengungkapkan bahwa proyek arkeologi di lokasi itu masih terus berlangsung dan timnya "berharap dapat menemukan makam-makam berisi harta peninggalan."

Mesir tengah mempromosikan peninggalan purbakala demi membangkitkan lagi sektor pariwisatanya, yang redup akibat krisis politik bertahun-tahun dan pandemi virus corona dalam setahun terakhir.

Pekan lalu, pemerintah Mesir memindahkan mumi para firaun ke museum baru di Kairo lewat prosesi yang megah dan bersejarah.

Lewat acara yang spektakuler, 22 mumi itu - terdiri dari 18 firaun dan empat ratu - dipindahkan dari Museum Mesir yang neo-klasikal ke gedung baru, yaitu Museum Nasional Peradaban Bangsa Mesir yang berjarak 5 km. Mumi Amenhotep III dan istrinya, Ratu Tiye, termasuk yang dipindahkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini