Palsukan Situs, Hacker Indonesia Curi 30 Ribu Data Penerima Bantuan Covid-19 di AS

Tim Okezone, Okezone · Kamis 15 April 2021 16:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 15 519 2395281 palsukan-situs-hacker-indonesia-curi-30-ribu-data-penerima-bantuan-covid-19-di-as-Kr9Ix3RqpC.jpg Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta. (Foto : iNews/Rahmat Ilyasan)

SURABAYA - Dua hacker asal Indonesia, yaitu SFR dan MZMSBP mencuri 30 ribu data warga Amerika Serikat (AS) penerima bantuan Covid-19. Data tersebut didapat dengan membuat situs palsu lalu menyebarkannya secara massif sehingga diisi oleh penerima data tersebut.

“Orang-orang ini mengisikan datanya tanpa menyadari bahwa dia buka domain palsu, mengisi datanya sosial number. Kemudian data ini dikirim ke orang lain,” ucap Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta, saat rilis kasus tersebut, Kamis (15/4/2021).

Ia mengatakan, ke-30 ribu data penerima itu berasal dari 14 negara bagian Amerika Serikat (AS). Kasus ini pun menyita perhatian pemerintah AS sehingga membuat FBI datang ke Polda Jatim untuk mengawal kasus tersebut.

Kapolda menjelaskan, setiap warga penerima bantuan itu mendapatkan 2 ribu dollar AS. Karena itu, dalam kasus ini kerugian mencapai sekira 60 juta dollar AS.

"Sehingga yang harusnya diterima oleh pengisi, tapi diterima tersangka. Jumlah 60 juta Dollar AS,” ucapnya.

Baca Juga : 2 Hacker Indonesia Palsukan Situs Bantuan Covid-19 di AS, Kerugian 60 Juta Dollar

Saat ini polisi masih mendalami dugaan keterlibatan pihak lain termasuk warga negara asing (WNA). Dari tangan tersangka polisi mengamankan barang bukti berupa 3 laptop, foto-foto situs resmi dan palsu.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini