Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Denmark Negara Pertama Hentikan Penggunaan Vaksin AstraZeneca

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Jum'at, 16 April 2021 |08:04 WIB
Denmark Negara Pertama Hentikan Penggunaan Vaksin AstraZeneca
Ilustrasi vaksin (Foto: EPA/BBC)
A
A
A

Namun, otoritas Denmark mengatakan tidak bisa menutup kemungkinan menggunakannya lagi di lain waktu. Selama konferensi pers, kepala Badan Obat Denmark, Tanja Erichsen, pingsan dan dibawa ke rumah sakit sebagai tindakan pencegahan.

Badan itu kemudian menulis di Twitter Erichsen telah pulih. Hampir satu juta orang di Denmark telah divaksinasi, dengan sekitar 150.000 di antaranya menerima suntikan AstraZeneca. Vaksin Pfizer / BioNTech dan Moderna juga digunakan di negara itu.

Uji coba untuk anak di Inggris ditunda

Sebelumnya, uji coba vaksin Oxford-AstraZeneca Covid pada anak-anak di Inggris ditunda, selagi regulator obat-obatan di negara itu menyelidiki kemungkinan kaitan vaksin tersebut dengan kasus pembekuan darah yang langka pada orang dewasa.

Profesor Andrew Pollard dari Universitas Oxford mengatakan kepada BBC bahwa tidak ada masalah keamanan dengan uji coba itu sendiri, tetapi para ilmuwan sedang menunggu informasi lebih lanjut. Sekitar 300 relawan mendaftar dalam uji coba tersebut.

Lebih dari 31,6 juta orang di Inggris telah disuntik vaksin dosis pertama dan total 5,4 juta orang telah menerima dosis kedua.

Dua vaksin - yang dikembangkan oleh Oxford-AstraZeneca dan Pfizer-BioNtech - telah digunakan di Inggris, sementara yang ketiga - dari Moderna - baru saja mendapat izin.

Uji coba vaksin Oxford-AstraZeneca pada anak-anak, yang dimulai pada Februari, bertujuan mencari tahu apakah vaksin tersebut dapat menghasilkan respons imun yang kuat pada anak-anak berusia antara enam dan 17 tahun.

Uji coba itu ditangguhkan setelah seorang pejabat Badan Kesehatan Eropa (EMA), yang berbicara dalam kapasitas pribadi, mengatakan tampaknya ada hubungan antara vaksin dengan kasus pembekuan darah yang langka.

Mengkonfirmasi bahwa uji coba pada anak-anak dihentikan sementara, Prof. Pollard mengatakan: "Meskipun tidak ada masalah keamanan dalam uji klinis pada anak-anak, kami menunggu informasi tambahan dari MHRA tentang peninjauan terhadap kasus langka trombosis/trombositopenia yang dilaporkan pada orang dewasa, sebelum memberikan vaksinasi lebih lanjut dalam uji coba. "

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement