Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Sunan Ampel Dirikan Masjid Kembang Kuning dan Ajaran Molimo

Doddy Handoko , Jurnalis-Jum'at, 16 April 2021 |06:40 WIB
Kisah Sunan Ampel Dirikan Masjid Kembang Kuning dan Ajaran Molimo
Sunan Ampel (Foto: Wikipedia)
A
A
A

Raja Majapahit, Sri Kertawijaya dan istrinya, Dwarawati yang juga bibi Rahmat. Raja Majapahit itu menghadiahkan tanah perdikan kepada Rahmat di Ampel Denta, Surabaya.

Ia mengembangkan pesantren dan pusat keilmuan. Dalam waktu singkat, ia bisa mengembangkan basis-basis Islam di beberapa kadipaten.

Lalu Sri Kertawijaya dikudeta oleh Rajasawardhana sebagai raja. Sunan Ampel membentuk dewan Walisanga sekitar 1474 M .

Mereka antara lain, Hasan, Makhdum Ibrahim (Sunan Bonang), Qosim (Sunan Drajad), Usman Haji (ayah Sunan Kudus), Raden Ainul Yaqin (Sunan Gresik), Syekh Suta Maharaja, Raden Hamzah dan Raden Mahmud. Beberapa tahun kemudian, Syarif Hidayatullah dari Cirebon dan Sunan Kalijaga bergabung. Pada tahun 1479 Sunan Ampel mendirikan masjid Agung Demak.

Salah satu peninggalan lain Sunan Ampel adalah Masjid Rahmat di daerah Kembang Kuning, Surabaya. Konon ceritanya, saat Raden Rahmat mendapat restu dari Prabu Brawijaya untuk tinggal di Ngampeldenta, Surabaya. Sebelum sampai di tujuan, ia sempat beristirahat dan tinggal di daerah Kembang Kuning.

Selama berada di Kembang Kuning, Raden Rahmat mendirikan rumah dan masjid. Ada yang mengindentikkan perjalanan Raden Rahmat dari pusat kerajaan Majapahit ke Ngampeldenta, seperti Nabi Muhammad hijrah dari Mekah ke Madinah.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement