Varian mutasi virus corona jenis E484K, dijuluki ‘Eek’, memang punya tingkat keganasan yang tidak bisa diremehkan dan kini sudah tersebar mulai dari Jepang, Brazil, Amerika Serikat, dan tentunya Indonesia.
Mutasi E484K yang sampai di Indonesia ada di dalam varian corona B1525 dan dibawa oleh pasien perjalanan asal Malaysia, dikutip dari Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi.
Lebih Cepat Menular?
Pertama kali diidentifikasi di Bristol dan Liverpool, Inggris, mutasi jenis ini sebenarnya telah terjadi di varian Afrika Selatan (B1351) dan Brazil (B1128). Mutasi E484K ini merubah struktur Protein Spike (tonjolan pada permukaan permukaan virus) yang digunakan virus untuk memasuki sel manusia.
Dampaknya?
Virus akan menjadi lebih sulit untuk dikenali dan dihancurkan oleh sistem imun tubuh. Hal ini membuat virus corona dengan mutasi E484K lebih cepat menyebar dan menular ke reseptor virus dalam sel tubuh manusia.
Lebih Ganas?
Dikutip dari BMJ (British Medical Journals), mutasi E484K bisa melemahkan respons imun tubuh dan mempengaruhi umur antibodi penetral virus, ini memungkinkan adanya risiko infeksi ulang pada pasien. Mutasi E484K ini juga disebut sebagai Escape Variant karena membantu virus melewati imun tubuh lebih mudah dan membuat antibodi yang dibutuhkan tubuh untuk mencegah infeksi sel meningkat secara signifikan.
Pengaruhnya ke Efikasi Vaksin?
Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Prof Amin Soebandrio, menyatakan bahwa mutasi E484K tidak mempengaruhi efikasi vaksin Covid-19 atau dalam kata lain, masih efektif. Sedangkan uji klinis terbaru oleh Novavax dan Johnson & Johnson menunjukkan bahwa vaksin baru mereka kurang efektif di Afrika Selatan dibandingkan dengan di Inggris atau Amerika Serikat, yang mungkin disebabkan oleh mutasi E484K.
Selebihnya, belum ada penelitian yang menyatakan vaksin yang saat ini tersedia mampu secara efektif mengatasi mutasi jenis ini. Tapi BMJ (British Medical Journals) menegaskan kalau vaksin juga pasti akan terus di-update dan akan terus berkompetisi melawan mutasi-mutasi lain khususnya untuk mutasi ini. Misalnya Oxford AstraZeneca yang memperkirakan akan mengeluarkan vaksin baru untuk mutasi jenis ini pada musim gugur atau sekitaran September tahun ini.
Cara Pencegahan
Dr. Ashish K Jha dari Brown University, AS mengatakan virus corona yang bermutasi tetaplah virus corona, jadi tindakan preventif yang telah ditetapkan masih berlaku. Pencegahan yang bisa dilakukan terkait penularan virus corona serta mutasi barunya antara lain:
Menurut Buku Pedoman Tatalaksana Covid edisi tiga (PDPI, PERKI, PAPDI, PERDATIN, & IDAI), dalam pencegahan dan pengobatan paparan virus Covid-19 dianjurkan meminum multivitamin yang mengandung vitamin C, B, E, dan Zinc

Multivitamin apa sih yang punya semua kandungan di atas? Salah satunya adalah Hevit-Plus. Hevit-Plus adalah varian multivitamin dari Hevit-C, Hevit-Plus sendiri mengandung vitamin C 500mg, vitamin B kompleks (B1, B6, dan B12), vitamin E, dan Zinc. Hevit-Plus bisa didapatkan di apotek dan semua e-commerce.
CM
(Yaomi Suhayatmi)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.